Polisi Tembak Mati Anggota Jaringan Narkoba internasional

JAKARTA, Forum keadilan.com (05/02/2018):Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali menembak mati satu dari tiga pengedar narkotika jaringan internasional asal Malaysia.  Sindikat ini menggunakan modus memasukkan sabu kedalam bungkus Teh China, sebanyak 25 kg sabu.

“Jaringan narkotika asal Malaysia ini biasa menyuplai sabu ke Jakarta menggunakan jalur darat.  Dua pelaku, HW dan EP ditangkap, sementara DO ditembak mati karena melakukan perlawanan.” papar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Jakarta, Senin, 05/02/2018.

Dijelaskan semula Timsus Subdit II dan unit 3 dipimpin Kasubdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Dony Alexander melakukan penangkapan terhadap tersangka DO alias D di Loby Hotel Sentral, Jalan Pramuka Raya Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Rabu (24/1/2018). “Saat dilakukan penggeledahan disalah satu kamar hotel ditemukan dua tas ransel berisi sabu 17 kilogram. Sabu dibawa dari Pekanbaru tapi sabu dari Malaysia,” katanya.

Kepada polisi, DO mengaku akan mengirimkan 3 kg kepada HW alias S. Berangkat dari informasi tersebut kemudian polisi melakukan control delivery dan menangkap HW di sebuah restoran kawasan Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur pada Kamis (25/1/2018). “Tersangka DO kembali mengaku sabu dibawa dari Pekanbaru bersama temannya berinisial EP alias E dari Pekanbaru, Riau,” papar Argo.

Kemudian pada Jumat (26/1/2018) anggota Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya menuju Pekanbaru dan menangkap EP alias E di depan sebuah salon di Jalan Rajawali, Sukajadi, Pekanbaru, Riau.

Pelaku mengaku masih menyimpan sabu di rumahnya yang terletak di Koto Tuo Mungka, Mungka, Limapuluh Kota, Sumatera Barat dan akan dikirim ke Jakarta. “Saat digeledah rumahnya ditemukan barang bukti delapan bungkus plastik narkotika seberat 8 kilogram,” ucap Argo.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan memaparkan, saat anggota kembali mengembangkan kasus tersebut DO mengaku akan mengirim sabu ke kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.

“Ternyata itu hanya strategi dia untuk lepas. Selama perjalanan DO terus bertanya hukuman dirinya, dan dijawab anggota tergantung hakim sidang bisa hukuman mati atau dua puluh tahun. Mendengar itu pelaku langsung rebut senjata petugas, namun petugas lain membackup terpaksa dilakukan tindakan tegas,” kata Suwondo sembari sebut DO meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Ditambahkan Suwondo, jaringan ini sudah tiga kali menyelundupkan sabu ke Jakarta dari Malaysia. Untuk menghindari kecurigaan petugas, dari Malaysia melalui jalur laut dengan naik kapal besar. Sedangkan dari Sumatera Barat ke Jakarta melalui jalur laut naik bus umum.

Para pelaku, dikenakan Pasal 113 ayat (2) juncto 132 ayat (1) subsider Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) lebih subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009

(Musrifah)