Pengedar Obat Zenit Pengganti Narkoba Diringkus Polisi Kalimantan Selatan

Jajaran Sat Resnarkoba Polres Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan mengamankan Fitriadi (26 tahun) warga Desa Teluk Buluh Rt.1 Kecamatan Banjang karena kedapatan mengedarkan jenis Obat Carnopen atau ‘Zenith’.

Kapolres Hulu Sungai Utara (HSU) AKBP Agus Sudaryatno di Amuntai, Rabu mengatakan, dari tangan tersangka didapatkan sebanyak dua keping ditambah 7 butir Obat Carnopen total 27 butir.

“Ada juga obat berlogo tulisan ADI kami sita sebanyak 92 butir,” ujar Agus.

Agus mengatakan, dari tersangka juga disita barang berupa 11 bungkus plastik piper klip berisikan obat warna kuning berlogo tulisan  ADI  8 butir, satu bungkus plastik piper klip berisikan obat warna kuning berlogo tulisan ADI berisiskan 4 butir, uang tunai sebesar Rp.152.000 dan satu buah kantong plastik warna hitam.

Agus.menuturkan, kronologi penangkapan Fitriadi alias Ifit bin Syamsuri ini atas keterangan Rony Fitriadi yang kedapatan tengah mabuk dilokasi Taman Puteri Junjing Buih Kota Amuntai.

Saat digeledah aparat di saku celana depan kiri Rony didapatkan 7 butir Obat Carnopen yang berdasarkan keterangan Rony dibelinya dari Fitriadi alias Ifit bin Syamsuri (Alm) yang berjualannya di dalam Terminal Tambalanngan Desa Hulu pasar Kecamatan Amuntai.

“Nah…dari keterangan Rony inilah kita bekuk si tersangka pada Rabu 14 Februari 2018 sekitar jam 18.45 wita di Terminal Tambalangan tersebut,” terang Kapolres.

Dikatakan, saat anggota Sat Resnarkoba mendatangi tersangka yang saat itu berada di dalam terminal sedang duduk di kursi, terlihat ada pergerakan yang mencurigakan dari tersangka seperti menyembunyikan barang bukti ke belakang kursi.

Barang bukti yang kemudian diketahui berupa 1 ( satu ) buah kantong plastik warna hitam yang di dalamnya setelah di cek berisikan Obat Zenith Carnophen sebanyak 2 keping 7 butir ( 27 butir ).

Ada juga obat warna kuning berlogo tulisan  ADI  sebanyak 92 butir dan uang tunai yang berada di dalam dompet sebesar Rp.152.000 yang merupakan uang hasil penjualan Obat Carnophen.

Aatas kejadian tersebut tersangka dan barang bukti dibawa ke ruangan Sat Res Narkoba Polres HSU guna proses Penyelidikan lebih lanjut.

Walaupun namanya tidak sepopuler obat-obatan yang lain, obat zenith kuning cukup dikenal terutama di antara mereka yang sering stress atau banyak bekerja keras. Kandungan dalam obat ini memang dikenal bisa membantu dua kondisi tersebut. Namun, sayangnya obat zenith carnophen seringkali disalahgunakan oleh sebagian orang penggunaannya sebagai obat pengganti narkoba.

Setiap tablet dari obat ini mengandung mengandung Parasetamol 160 mg, Karisoprodol 200 mg, dan Cafein 32 mg. Kandungan Karisoprodol dalam obat ini berperan sebagai relaksan otot. Sayangnya, efek ini hanya berlangsung sebentar. Selain itu, kandungan tersebut juga membantu menangani nyeri otot yang akut.

Kandungan  Parasetamol-nya berperan sebagai penurun suhu tubuh yang tinggi setelah akfitas fisik yang begitu melelahkan. Sementara itu, kafein dalam obat ini menjaga tubuh agar tetap terjaga dan fokus.

Obat ini bisa dikonsumsi terutama oleh mereka yang banyak bekerja keras, seperti tukang atau supir, agar tetap bisa bekerja keras dalam kurun waktu yang lama. Selain manfaat di atas, obat ini juga bisa menjadi anti depresan untuk sistem saraf pusat pada tubuh, sehingga bisa digunakan untuk mengatasi kecemasan.

Dalam dosis dan penggunaan yang tepat, obat ini jelas membawa banyak manfaat positif. Sayangnya obat ini sering kali disalahgunakan justru karena manfaat yang diberikan.

Apabila diminum secara berlebihan melebihi Dosis yang dianjurkan, obat ini bisa menimbulkan efek memabukan. Anda menjadi tidak sadar dan mengalami perasaan senang yang luar biasa (Euphoria).