Penangkapan Pengirim TKI Ilegal Di Jember

.

Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal masih terus berlangsungAparat Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur menangkap seorang tersangka berinsial PS (31) yang menjadi pengirim  TKI ilegal ke Singapura.

Aparat Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, menggerebek tempat penampungan tenaga kerja ilegal (TKI) di Jalan Tempurejo, Desa Wonojati, Desa Kecamatan Jenggawah. Ada empat perempuan warga Kabupaten Banyuwangi calon TKI di sana.

Tempat penampungan tersebut berada di rumah Pra (31), lelaki warga setempat, yang menjadi petugas lapangan perusahaan penempatan tenaga kerja PT MDM. Empat orang calon TKI yang ditampung di sana adalah Yuli Ratna (35), warga Dusun Peloasan, Desa Grendo, Kecamatan Sempu; Musrini (35), warga Dusun Sumber Luhur, Desa Tegal Dlimo, Kecamatan Tegal Dlimo; Sri Wahyuni (24), warga Dusun Kunir, Desa Singojuruh, Kecamatan Singojuruh; dan Hanum (24), warga Dusun Krajan, Desa Sukosari, Kecamatan Muncar.

“Mereka direkrut melalui petugas lapangan. Mereka dijanjikan akan diberangkatkan ke Singapura dengan proses cepat dan gaji besar. Tapi paspornya adalah paspor turis, bukan pasopr kerja,” kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Kusworo Wibowo, Jumat (2/2/2018).

“Kami masih melakukan pemeriksaan. Kami ingin memberikan pelajaran bahwa perseorangan tidak boleh memberangkatkan TKI. Ke depan kami akan mendatangi tempat-tempat yang diduga memberangkatkan TKI (secara ilegal),” kata Kusworo.

Sebelumnya, Pra sudah memberangkatkan tiga orang wanita ke Singapura dan berpraktik sejak pertengahan 2017. Namun dia selama ini bekerja sendiri. “Dia menyebutkan beberapa nama di Jakarta, tapi tidak bisa menunjukkan surat-surat dan keterkaitannya. Kami masih ragu apakah orang itu betul-betul ada atau sekadar mencari kambing hitam supaya lepas dari jerat hukum,” kata Kusworo.

Sejauh ini, empat calon TKI itu belum ada yang membayar sejumlah uang kepada Pra. “Modusnya, uang pakai pengusaha, dan kalau sudah bekerja dianggap berutang,” kata Kusworo.

Pra dijerat dengan pasal 2 ayat 1 UU RI Nomor 2007 dengan ancaman hukuman penjara riga tahun dan paling lama 15 tahun penjara, dengan denda paling sedikit Rp 120 juta dan paling banyak Rp 600 juta. Selain itu, ia juga dijerat dengan UU RI Nomor 18 Tahun 2017 pasal 69 dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 15 milia

“Kami berhasil menangkap pelaku di rumah penampungan Jalan Tempurejo, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, kabupaten Jember,” kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo yang didampingi Kapolsek Jenggawah Udik Budiarso dalam penjelasan persnya kepada sejumlah wartawan di Jenggawah, Kabupaten Jember, Jumat.

Menurutnya, penangkapan tersangka tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat, sehingga pihaknya menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan pengecekan di lokasi penampungan buruh migran ilegal yang diduga beroperasi sejak pertengahan 2017 itu.

“Petugas langsung mengecek rumah penampungan tersebut yang di dalamnya ada beberapa tempat tidur dan tempat untuk belajar para calon TKI, serta di dalam penampungan itu ada empat orang wanita yang diduga menjadi korban perdagangan orang,” tuturnya.

Kusworo mengatakan tersangka melanggar pasal 2 ayat (1) UU RI No 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Pasal 81 Jo Pasal 69 UU RI No. 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Tenaga Kerja Migran Indonesia.

“Tersangka memberangkatkan para calon TKI ilegal tersebut dengan visa sebagai wisatawan atau turis, bukan visa kerja, sehingga tindakan yang dilakukan PS, warga Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah itu melanggar aturan,” katanya.

Barang bukti yang diamankan oleh aparat kepolisian yakni surat tentang pemberi gangguan nomor: 503/053-HO/35.09.512/2016 yang diterbitkan oleh kantor Dinas Lingkungan Hidup Jember, kemudian Surat Izin Penampungan calon TKI nomor: 560/1256/421/2017 yang diterbitkan oleh Kantor Disnaker Jember.

Kemudian surat izin pelaksana penempatan TKI PT. Mahkota Mangga Dua yang dikeluarkan oleh Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia pada tanggal 17 April 2013 kepada penanggungjawab, fotokopi perpanjangan surat izin pelaksana penempatan TKI pada PT Mangga Dua Mahkota, dan fotokopi nota kesepahaman yang dikeluarkan dinas tenaga kerja dan transmigrasi.

Polres Jember juga mengamankan empat wanita yang diduga menjadi korban dan berada di tempat penampungan berinisial YR, MS, SW, dan HM yang kemudian dibawa ke Mapolres Jember untuk mendapat pendampingan PPA Polres Jember.