Kesalahan Bupati Jombang Menurut Aktivis LSM Jombang

Koordinator Lingkar Indonesia untuk Keadilan (LINK) Jombang, Aan Anshori, menilai  peristiwa OTT KPK terhadap Bupati Jombang menambah buruk catatan birokrasi kabupaten tersebut sejak reformasi digulirkan, setelah sebelumnya mantan Sekretaris Daerah Jombang Ita Triwibawati terseret OTT KPK terhadap suaminya yang juga Bupati Nganjuk, Taufiqurahman, meski belum berstatur tersangka.

“Melalui peristiwa ini, kami sangat mengapresiasi kinerja KPK yang telah secara meyakinkan mampu menjawab keresahan publik terkait aroma busuk dalam roda pemerintahan kabupaten,” katanya di Jombang, Sabtu (3/2/2018) malam.

Aan Anshori

Ia menduga, ada banyak kecurangan yang terjadi di Pemkab Jombang. Isu yang mencuat terkait kecurangan itu misalnya gratifikasi terkait jual beli jabatan, baik di level SKPD maupun posisi kepala sekolah.

“Menurut catatan kami, telah terjadi sekitar 7-8 kali mutasi yang beraroma tidak sedap,” katanya.

Ia menegaskan, secara kelembagaan, sejak empat tahun lalu, telah mengingatkan Bupati dan Wakil Bupati Jombang agar transparan dan akuntabel dalam menjalankan pemerintahannya. Namun, nyatanya belum dijalankan dengan baik, hingga ada penangkapakan KPK tersebut.

Ia juga belum mengetahui dengan pasti terkait dengan apa OTT yang telah dilakukan oleh KPK tersebut. Namun, pihaknya menduga hal itu berkaitan dengan gratifikasi jabatan dan pengondisian proyek APBD dan APBN. Pihaknya mendorong KPK agar tidak cukup puas dengan kinerja yang telah dilakukan tersebut, sebab dimungkinkan masih ada beberapa elit politik yang terlibat lainnya. Untuk itu, ia mendesak agar pemeriksaan dilakukan dengan lebih mendetail.