Kembalikan Kejayaan Lada Babel, Erzaldi Laksanakan MoU Bersama Rektor IPB

Forumkeadilan.com, Bogor — Dalam rangka mengembalikan kejayaan Petani Lada Babel, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, Kamis (15/2/2018) melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria di Ruang Sidang Rektor, Kampus Andi Hakim Nasution IPB, Bogor, Jawa Barat.

Rektor IPB Arif Satria dalam sambutannya, IPB memilki 9 Fakultas dan 2 sekolah diantaranya Pertanian, Kedokteran Hewan, Perikanan dan Ilmu Kelautan, Peternakan, Kehutanan, Teknologi Pertanian, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Ekonomi dan Manajemen, Ekologi Manusia, Sekolah Bisnis, Sekolah Vokasi. Fakultas tersebut diantaranya telah terakreditasi Internasional.

Dalam kerjasama ini menurutnya, banyak yang dapat diterapkan, seperti beasiswa utusan daerah untuk menggagas pembangunan, penelitian dan secara parsial, menanam tanaman lokal yang potensial. Disamping itu dengan kerjasama ini juga, Mahasiswa yang akan KKN di Babel akan semakin banyak sehingga mahasiswa bisa mengenal sekaligus dapat mengembangkan potensi luar biasa akan lada Babel.

“Kiita akan kembangkan secara intergrasi dari hulu maupun hilir. Indonesia menjadi sumber pengetahuan, bukan konsumen pengetahuan. Kami akan menggandeng UBB dalam pengembangan ini,” beber Arif.
Ditambahkannya, MoU antara IPB dengan Pemprov Babel ini merupakan sesuatu yang harus diapresiasi.
“Senang sekali melihat inovasi yang kami kembangkan dan senang sekali Gubernur hadir di IPB ini. Kami punya kompetensi, sedangkan Babel punya potensi yang luar biasa, sehingga kalau ini dikombinasikan akan menjadi kekuatan luar biasa bagi Indonesia,” pungkasnya.

Dikesempatan yang sama, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman berkeyakinan, bahwa Babel merupakan Provinsi Kepulauan dimana setiap pulaunya mempunyai potensi daerah masing – masing yang harus dikembangkan. Menurutnya IPB merupakan lembaga yang dapat diajak bekerjasama untuk mengembangkan potensi tersebut agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung.
“Saat ini bukan zaman Superman lagi.

Tapi sudah zaman supertim. Artinya kalau kejayaan petani lada kita mau kembalikan maka perlu adanya kerjasama tim. Kerjasama yang khusus ditujukan untuk pengembangan komoditas lada yang menjadi komoditas unggulan. IPB diharapkan dapat berperan serta dalam pengembangannya, sehingga pada akhirnya dapat mengembalikan kejayaan lada di Babel,” kata Erzaldi di hadapan para pejabat IPB.

Menurut mantan bupati Bangka Tengah ini, produksi Lada Putih di Babel pada tahun 2005 – 2006 berkisar 30 ribu ton, dan saat ini merosot tajam. Oleh itu, dalam pengembangan Lada ini, ditegaskannya, sangat diperlukan kerjasama semua pihak.

“Tak dipungkiri di Babel tidak memiliki SDM dan tenaga ahli pengembangan ini. Untuk itulah dibutuhkan kerjasama ini, yang selanjutnya nanti akan dilanjutkan dengan MoU, dengan berbagai aksi yang bisa dilakukan,” ujar Erzaldi di sela penandatanganan nota kesepahaman kerjasama di bidang lada Babel.
Usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama di bidang lada Babel, Gubernur Erzaldi melanjutkan mengisi kuliah umum di ruang Auditorium Andi Hakim Nasution IPB dengan tema Strategi Peningkatan Daya Saing Lada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dengan Pendekatan Integratif Hulu – Hilir. (Romli Muktar)