Ha ha ha Advokat Fredrich Yunadi Dikalahkan “Anak Kemarin Sore”

Advokat Fredrich Yunadi membantah disebut menghalangi penyidikan seperti yang didakwakan kepadanya oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Fredrich justru berbalik menyebut jaksa KPK telah melakukan kebohongan.

Hal itu dikatakan Fredrich seusai sidang pembacaan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (8/2/2018).

“Jaksa KPK itu tukang tipu. Mereka itu anak-anak muda kemarin sore yang membuat skenario,” ujar Fredrich.

Dalam dakwaan, Fredrich disebut merekayasa agar Setya Novanto dirawat inap di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Fredrich diduga sudah memesan kamar pasien terlebih dahulu sebelum Novanto mengalami kecelakaan.

Menurut jaksa, Fredrich juga meminta dokter RS Permata Hijau untuk merekayasa data medis Setya Novanto. Upaya itu diduga dilakukan dalam rangka menghindari pemeriksaan oleh penyidik KPK.

“Yang jelas, (Novanto) dipindahkan ke RSCM atas permintaan dari KPK. Kalian tahu kan di RSCM dirawat tiga hari. Kalau memang itu ringan, seharusnya begitu sampai, diperiksa, dokter pasti bilang, kau pulang saja, kau tidak sakit, tidak apa-apa,” kata Fredrich.

Bahkan ketika sidang baru dimulai, dia sudah mencecar KPK. “Kami menyampaikan soal penahanan, kalau diizinkan,” kata Fredrich di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Kamis (8/2/2018).

Dia memprotes soal surat penahanan yang tertera dalam berkas di tangan hakim ketua.

“Di sini saya dikatakan saya ditahan pada 1 Februari, tapi saya tidak pernah ditahan sejak 1 Februari. Di sini penuntut umum menyatakan penahanan perpanjangan. Itu bohong. Ini formil. Ini penting, sebagai pembuktian status saya,” kataFredrich.

Namun, hakim menolak mentah-mentah permintaan Fredrich itu. “Itu hak Saudara, disampaikan ke kami saat yang lain,” kata hakim ketua, Zaifuddin Zuhri.

Fredrich tetap bersikukuh agar hakim mempertimbangkan keberatannya soal penahanan. Namun, hakim tetap meminta jaksa penuntut umum untuk membacakan dakwaan.

“Kami sudah sepakat ini adalah sidang pertama yang di antaranya pembacaan dakwaan, apa yang saudara sampaikan tadi akan dicatat, tapi dakwaan akan tetap, kami perintahkan ke jaksa penuntut umum tetap dibacakan,” kata hakim ketua.

Dan Jaksa KPK pun membacakaan dakwaa. Permohonan praperadilan Fredrich yang belum selesai otomatis gugur. Pintu pernjara sudah terbuka untuk Fredrich.