Fredrich Yunadi Mulai Diadili 8 Februari 2018

Boleh saja pengacara Fredrich Yunadi menolak dituntutut oleh Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tapi dia akan menjalani sidang perdana dalam kasus tindak pidana merintangi penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek KTP-Elektronik (KTP-E) pada 8 Februari 2018.

“Berkas Fredrich sudah diterima. Pengadilan menetapkan sidang tanggal 8 Februari 2018,” kata Juru Bicara Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Ibnu Basuki Widodo di Jakarta, Jumat, 2/2/2018

Pada hari ini sekitar pukul 10.30 WIB, Jaksa Penuntut Umum KPK telah menyerahkan dakwaan dan berkas perkara Fredrich Yunadi ke pengadilan.

“Nanti ketua majelis Pak Zaifuddin Zuhri, kemudian ada Pak Sigit Herman Binaji, Mahfuddin, Duta Baskara, Titi Sansiwi,” ungkap Ibnu.

KPK telah menetapkan Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam, konsultan ginjal, dan hipertensi di RS Medika Permata Hijau sebagai tersangka tindak pidana dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek KTP-elektronik atas tersangka Setya Novanto.

Fredrich dan Bimanesh diduga bekerja sama untuk memasukkan tersangka Setya Novanto ke Rumah Sakit guna dilakukan rawat inap dengan data-data medis yang diduga dimanipulasi sedemikian rupa untuk menghindari panggilan dan pemeriksaan oleh penyidik KPK.

Atas perbuatannya tersebut, Fredrich dan Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Fredrich sempat menolak untuk dilimpahkan ke tahap penuntutan atau segera disidangkan.

“Tersangka Fredrich Yunadi memberikan surat melalui bagian pengawalan tahanan di KPK untuk disampaikan ke penyidik karena menolak dilakukan rencana pelimpahan tahap dua terhadap yang bersangkutan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah pada Kamis (1/2).

Menurut Febri, karena Fredrich Yunadi menolak datang memenuhi panggilan penyidik maka penyidik dan Jaksa Penuntut Umum mendatanginya ke Rutan KPK untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Pelimpahan tahap dua tidak mensyaratkan persetujuan dari tersangka sehingga proses tetap dilakukan dan keberatan Fredrich Yunadi dituangkan dalam berita acara pelimpahan.