Elsevier Foundation Awards 2018 Untuk Dosen UNS Witri Wahyu Lestari

Dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta atas nama Witri Wahyu Lestari berhasil penghargaan tingkat dunia “Elsevier Foundation Awards 2018”.

“Penghargaan ini merupakan katalisator untuk lebih produktif dan dapat menginspirasi dosen dan mahasiswa UNS khususnya di Fakultas MIPA,” kata Witri di Solo, Jawa Tengah, Kamis.

Witri berhasil menorehkan prestasi gemilang tersebut melalui publikasi penelitian dalam penghargaan bergengsi “the OWSD-Elsevier Foundation Awards for Early-Career Women Scientists in the Developing World 2018”.

“Jadi penghargaan untuk wanita yang berkarir dalam bidang sains,” katanya.

Witri mengaku termotivasi mengikuti penyaringan untuk memperoleh penghargaan tersebut karena salah satu temannya telah berhasil meraih penghargaan yang sama tahun sebelumnya.

“Saya melihat beberapa pemenang ternyata ada tiga dari Indonesia. Kalau teman saya bisa maka saya juga harus bisa. Sejak itu saya pelajari kriterianya, ternyata yang dibutuhkan `nomination letter` dari tiga profesor,” katanya.

Ia mengatakan tiga profesor tersebut yaitu Eva Marie Hey-Hawkins dari Jerman, Ari Handono Dekan MIPA UNS, dan Sentot Budi Raharjo dari dosen senior MIPA UNS.

“Selanjutnya ketiga profesor ini mengirimkan email ke OWSD terkait publikasi yang pernah saya buat. Syaratnya minimal 10 publikasi, saya sendiri sudah punya 19 karya publikasi yang terindeks. Semua ini meliputi keaktifan di jejaring internasional karena saya kebetulan masuk dalam Divisi Internasional Kolaborasi di MIPA UNS,” katanya.

Salah satu penelitian yang dilakukan berfokus pada bidang organologam dan kimia koordinasi khususnya jenis material “metal-organic frameworks” (MOFs) dengan aplikasinya dalam bidang pembangunan berkelanjutan.

Ia berhasil memenangkan penghargaan tersebut setelah berkompetisi dengan ilmuwan dari berbagai negara Asia Pasifik seperti India, Pakistan, China, Iran, Bangladesh, Nepal, Filipina, Turki, Srilanka, Malaysia, Myanmar, Vietnam, Thailand, dan Uzbekistan.

“Dengan penghargaan ini membuktikan sebenarnya ilmuwan Indonesia tidak kalah dengan negara lain, asal punya semangat untuk maju dan aktif membangun jejaring,” kata Dosen Kimia Anorganik Fakultas MIPA UNS tersebut