Dokter Cabul Dari Amerika Serikat Mulai Dipenjara Untuk 60 Tahun Ke Depan

Larry Nassar, bekas dokter tim senam nasional Amerika Serikat yang mengaku melakukan pelecehan seksual terhadap pasien-pasiennya serta terlibat dalam pornografi anak-anak, mulai menjalani hukuman penjara.

Nassar masuk ke penjara di negara bagian Arizona pada Sabtu untuk menjalani hukuman federal selama 60 tahun.

Laman Biro Penjara Federal mengatakan Nassar ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan AS di Tucson, yaitu penjara dengan penjagaan sangat ketat yang terletak di daerah gurun Arizona.

Sebuah saluran berita daerah melaporkan bahwa Nassar, 54 tahun, akan menjalani hukuman selama 60 tahun atas tiga dakwaan menyangkut pronografi anak-anak, setelah ia menyatakan bersalah pada Juli tahun lalu.

Jika ia masih hidup, Nassar akan dipindahkan ke negara bagian Michigan untuk mulai menjalani dua hukuman penjara selama 40 tahun karena melakukan pelecehan seksual terhadap 10 anak perempuan.

Nassar, yang merupakan bekas dokter tim senam Olimpiade AS, bulan lalu divonis hukuman penjara 40 hingga 175 tahun karena melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak perempuan dengan kedok memberikan tindakan medis bagi mereka.

Vonis itu dikeluarkan setelah persidangan berlangsung selama satu pekan, yang diisi dengan pembacaan pernyataan oleh 156 orang yang menyebutkan bahwa Nassar telah melakukan pelecehan seksual terhadap mereka, demikian Xinhua.

Sebelumnya, selama empat hari, sejak Selasa (16/1/2018), pengadilan menggelar sidang kasus pelecehan seksual dengan terdakwa Larry Nassar, mantan dokter tim gimnastik AS.

Satu per satu korban Nassar bersaksi. Mereka berdiri di podium yang hanya berjarak sekitar dua meter dari dokter cabul yang duduk di kursi terdakwa. Saking banyaknya

korban, pengadilan menjadwalkan kesaksian sampai Jumat, (19/1). Diperkirakan, jumlah korban Nassar mencapai lebih dari 100 orang.

Setelah korban terakhir memaparkan kejahatan Nassar, hakim pun akan langsung mengambil keputusan. Vonis berat menanti pria mesum 54 tahun tersebut.

“Saya bersaksi agar dunia tahu bahwa Anda pembohong besar. Semua tindakan medis yang Anda lakukan adalah murni pelecehan seksual,” kata Kyle Stephens seperti dilansir Reuters.

Perempuan 29 tahun itu menjadi korban yang pertama bersaksi di hadapan Hakim Rosemarie Aquilina dan para korban lainnya. Saat mengungkapkan kejahatan seksual yang dilakukan Nassar kepadanya, tangis Stephens pecah.

Aquilina pun menenangkan gadis yang menerima perlakuan tidak senonoh dari Nassar sejak berusia enam tahun itu. Dia berusaha membesarkan hati korban yang berasal dari Kota Holt tersebut. “Itu semua bukan salah Anda. Satu-satunya yang salah adalah terdakwa,” kata Aquilina.

Hampir sama dengan kesaksian hari pertama, Nassar hanya menunduk selama kejahatannya diungkap saksi satu per satu kemarin. Berkali-kali dia menutupi wajahnya dengan tangan atau meletakkan tangannya di atas kepala. Dia juga lebih banyak memejamkan mata selama para korban bersaksi.

Gerak-gerik Nassar itu membuat Thomas Brennan naik pitam. Pria yang berprofesi pelatih tim gimnastik muda AS itu mengumpat saat mendampingi Gwen Anderson, salah seorang korban, di podium. “Pergilah ke neraka!” serunya sambil menatap tajam ke arah Nassar yang tertunduk.

“Saya tidak bisa berhenti merasa bersalah. Sebab, atas rekomendasi saya, sekitar 100 atlet muda yang mengalami cedera datang kepadanya,” ungkap Brennan sebagaimana dilansir New York Post.

Sebagian besar atlet muda itu lantas menjadi korban pelecehan seksual Nassar di klinik Michigan State University (MSU). Kemarin Aquilina pun meminta Brennan berhenti menyalahkan diri.

Dalam sidang November, Nassar mengaku telah melakukan kejahatan seksual kepada 10 gadis di bawah umur. Karena hanya mengakui kejahatannya terhadap 10 korban, pengadilan pun lantas mempersilakan para korban yang lain angkat bicara.

Selain para korban, ada pula ibu yang mewakili sang anak untuk bersaksi. “Semua ini gara-gara dia,” kata Donna Markham sambil menunjuk Nassar.

Putrinya, Chelsey, bunuh diri pada 2009 karena sangat tertekan setelah dilecehkan Nassar. Sebelum bunuh diri, Chelsey juga sempat kecanduan narkoba.