“Hantu Fitri” Membuat Pembunuhnya Mengaku Pada Polisi

Kisah seram dialami oleh tersangka pembunuhan Fitri Anggraeni, Didik Ponco Sulistya (28). Warga Dusun Krajan Desa Puguh Kecamatan Boja, pembunuh yang mengecor korbannya, membuka fakta baru. Korban Fitri Anggraeni sudah menjalin hubungan asmara dengan Didik selama empat bulan terakhir. Selain itu, Fitri ternyata adalah teman dari istri Didik.

Sebelum melakukan pembunuhan Didik  menjemput Fitri di rumahnya. Alasannya, ingin diajak menjenguk istrinya yang sedang sakit di rumah sakit. Padahal, istri dan dua anak Didik sudah diantar ke rumah neneknya di Bandungan. “Sesampainya di rumah, saya sempat berhubungan intim sekali dengan dengan Fitri,” terangnya, Senin (26/2/2018).

Setelahnya korban mandi dan saat memakai celana, Didik menagih utang. Tagihan tersebut dijawab Fitri dengan makian. Didik emosi dan langsung mendorong selingkuhannya tersebut. Saat Fitri terjatuh, kepalanya dibenamkan di lantai dan mengambil selendang untuk mencekik. “Itu selama dua puluh menit,” kata Didik.

Dia kalut saat mengetahui Fitri tewas. Didik memilih mengubur korban di bak mandi dan mengecornya agar tidak mengeluarkan bau busuk. Setelah membeli semen dengan mobil rental yang disewanya, dia mengecor korban di bak mandi.

Istrinya pulang dari Bandungan dan curiga karena bak mandi dalam keadaan dicor. Didik menjawab bak bocor dan dijadikan dudukan untuk tandon.

“Dua hari kemudian, istri kembali tanya. Kok ada bau bangkai di rumah, saya jawab itu bangkai tikus,” ucapnya.

Agar tak ketahuan, bak mandi itu lalu ditutup lagi dengan pasir dan atasnya diberi plafon.

Didik mengatakan, setelah kejadian tersebut dia beraktivitas seperti biasa. Bahkan melakukan pembegalan. “Saya membegal sendirian, dengan jalan kaki karena itu jalan rusak dan sempit. Pasti yang naik motor pelan-pelan,” paparnya.

Saat Kasiyati, warga Dusun Balak, Desa Ngabean Boja pada Jumat (23/2/2018) melintas di Jalan Ngabean-Kliris, punggungnya dia sabet pakai tebu sebanyak tiga kali. Setelah terjatuh, sepeda motor yang dipakai korban dibawanya.

Berdasar laporan Kasiyati tersebut, Didik ditangkap Satreskrim Polres Kendal. Akhirnya dia juga mengaku membunuh Fitri karena dihantui  oleh arwah Fitri.

Ia mengaku setelah melakukan tindakan sadis itu ia sering menjumpai sosok Fitri menampakan diri padanya.

“Setiap hari saya selalu terbayang-bayang sosok Fitri. Ia selalu mengejar saya. Bahkan semalam saat di dalam sel, dirinya menampakkan diri kepada saya,” ujarnya kepada wartawan Rabu (28/2/2018).

Hal itu yang membuat ia mengaku kepada kepolisian saat diperiksa mengenai perkara begal yang ia lakukan pada Jumat lalu.

Kepada polisi ia mengaku selain membegal ia juga telah membunuh seorang pemandu karaoke dan mayatnya dicor dalam bak mandi.

“Dirinya (Fitri) selalu datang dan mencekik-cekik saya.” ujarnya.

Ia pun mengaku menyesal telah membunuh Fitri. Ia tidak mengira bahwa arwah Fitri akan melakukan hal yang sama kepadanya.

Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan pengawasan kepada tersangka.

Tujuannya agar tidak melakukan tindakan yang tidak diinginkan di dalam sel tahanan.

“Saya juga meminta kepada tersangka agar memperbanyak ibadah dan mendoakan arwah korban agar tenang di alam kubur sana,” ujarnya.