Sekurangnya 30 Warga Bogor Luka Karena Jembatan Gantung Putus

Sebanyak 30 warga mengalami luka-luka akibat jembatan gantung putus di lokasi penangkaran rusa Cariu di Desa Sirnarasa, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 1/1/2018

Kapolsek Tanjungsari, Iptu Muhaimin mengatakan peristiwa diketahui terjadi sekitar pukul 15.15 WIB, korban luka-luka merupakan pengunjung wisata penangkaran rusa Cariu yang dikelola oleh Perhutani.

“Kata yang kami himpun sementara total korban luka-luka ada 30 orang, lima orang di antaranya mengalami luka berat sisanya luka ringan,” katanya.

Belum diketahui penyebab putusnya jembatan gantung tersebut, dugaan sementara karen sudah tua. Jembatan terbuat dari bambu diikat dengan tali kawat, semi permanen, seperti kebanyakan jembatan yang ada di masyarakat.

Diduga jembatan tidak mampu menahan beban, karena warga menyebrang beramai-ramai, sehingga putus, korban berjatuhan ke Sungai Cipamingkis. Lima yang orang luka berat mengalami patah tulang dan benturan batu yang ada di sungai.

“Sisanya luka lecet-lecet,” kata Muhaimin.

Ia mengatakan seluruh korban jembatan putus telah dievakuasi jajaran Polsek Tanjungsari bersama Muspika, camat dan Satpol PP. Korban luka berat dibawa ke rumah sakit terdekat dan luka ringan ke Puskesmas Tanjungsari.

Hingga berita ini diturunkan, saat ini sembilan orang yang luka ringan masih dirawat di puskesmas, dan lima luka berat dirawat di rumah sakit. Total ada 14 orang, sisanya sudah pulang ke rumahnya setelah mendapatkan perawatan medis.

“Sebenarnya ada juga tiga orang yang datang ke puskesmas juga luka lecet, tapi mereka tidak melapor setelah berobat mereka pulang,” katanya.

Di antara para korban terdiri atas 16 laki-laki dewasa, 10 perempuan, dan empat anak-anak usia lima dan enam tahun.

Jembatan bambu tersebut menghubungkan Desa Sirnasari dengan Desa Buarajaya yakni lahan Perhutani yang terdapat penangkaran rusa. Jembatan membentang sepanjang 44 meter dengan lebar satu meter, tinggi kurang lebih 2,5 meter dari atas sungai. Lokasi tersebut menjadi objek wisata penangkaran rusa yang sering didatangi oleh warga.

Warga yang menjadi korban jembatan putus berasal dari Bogor, Bekasi, Karawang dan Tangerang.