Pengacara Penyewa Apartemen One Pacific Place Minta Perlindungan Ke DPR

Jakarta, Forum keadilan .com (30/01/2018)- Anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu menerima pengaduan masyarakat permohonan perlindungan hukum, terkait kasus perdata yang dipidanakan.

“Iya, saya terima. Saya pelajari terlebih dahulu ya,” ujar Masinton Pasaribu kepada wartawan di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta.

Sementara itu Anggota Komisi III lainnya, T.B Soemandjaja mengatakan, dalam kasus ini perlu dilakukan mediasi antara kedua belah pihak.

 

“Seharuusnya bisa dimediasi terlebih dahulu, dan melihat isi surat perjanjian seperti apa, sesuai kesepakatan bersama. Ini kan persoalan perdata, kalau sudah masuk diadukan ke pengadilan maka ikuti proses melalui pengadilan,” ujar Soemandjaja.

Sehingga menurut politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), perkara tidak perlu melibatkan alat negara.

“Tapi ada baiknya sudah dilakukan upaya mediasi antara kedua belah pihak, baik itu pemilik apartemen dan penyewa. Jadi bukan urusan negara, polisi diperintah sesuai surat dari pengadilan, itu yang sesuai undang-undang,” tegasnya.

Arif Hutami and Partners yang menyerahkan pengaduan ke Komisi III mengatakan, kasus perdata yang dipidanakan ini memang sejak awal janggal.

“Dalam proses dua bulan, laporan polisi, klien kami langsung tersangka. Kita harap ada gelar perkara terbuka dalam kasus ini dan kita masih upaya praperadilan terhadap status tersangka ini,” ujar Arif usai menyerahkan laporan.

Lebih lanjut dijelaskannya, “Sampai saat ini ketakutan jadi sekarang berada di luar negeri. Langkah kedepan kami akan minta perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang sebelumnya kami juga sudah menyurati Presiden dan Mabes Polri,” paparnya.

Dari keterangan Arif Hutami, sebelumnya puluhan polisi bersenjata lengkap melakukan penggerebekan di apartemen One Pacific Place, SCBD yang disewa kliennya, tanpa surat dari Pengadilan, hingga mengosongkan paksa seluruh isi apartemen.

“klien kami bukan teroris,jangan diperlakukan seperti teroris sehingga puluhan polisi dikerahkan,” ujarnya.

(Musrifah)