Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi Rehab DAS, Kajari Bangka Dipraperadilankan

Forumkeadilan com, Sungailiat– Penetapan tersangka terhadap Aan Sukayat  (46) Direktur CV Djohar Putra oleh Penyidik pidsus kejari Bangka Beberapa waktu lalu dikabarkan mendapat perlawanan dari tim pengacara Aan Sukayat.

Aan yang tidak terima dirinya ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi rehab daerah aliran sungai (DAS) Air Anyir Merawang Kab. Bangka kabarnya telah mendaftarkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Sungailiat melalui tim pengacaranya.

Kabar tersebut dibenarkan humas PN Sungailiat, R. Narendra SH MH. Menurut Narendra gugatan praperadilan yang dimohonkan Aan Sukayat terkait sah atau tidaknya penetapan tersangka.

“Memang ada pendaftaran gugatan prapid atas nama Aan Sukayat bin Djohar Suma dengan alamat lingkungan Berujul RT 02 RW 16 Kota Pulon Kec. Sumedang Selatan Kab. Sumedang pada hari Jum’at tanggal 29 Desember 201,” ungkap Narendra, Kamis (4/1/2018) di PN Sungailiat.

Ditambahkan Narendra, untuk pelaksanaan  sidang praperadilan akan dilaksanakan Selasa depan. “Jadwal sidangnya Selasa (9/1/2018) pekan depan dengan hakim tunggal Benny Yoga,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah,  kajari Bangka, Supardi SH MH melalui kasi pidsus, MF Hasibuan tidak menampik kabar adanya gugatan prapid yang dilayangkan pihak tersangka Aan Sukayat ke PN Sungailiat.

“Ya betul,  pihak tersangka Aan Sukayat menprapid kan penetpannya selaku tersangka kasus dugaan korupsi rehab DAS oleh kejari Bangka. Tidak masalah, prapid kan hak setiap warga negara terhadap ketidakpuasannya atas penetapan dirinya sebagai tersangka,” kata Hasibuan di ruang kerjanya, Kamis (4/1/2018).

Dikatakan Hasibuan, pihaknya siap 100 persen menghadapi prapid tim pengacara Aan Sukayat di PN Sungailiat lantaran apa yang sudah dilakukan tersangka Aan Sukayat berdasarkan ekspos tim penyidik telah melakukan perbuatan melawan hujum dan merugikan keuangan negara.

“Pokoknya kita yakin 100 persen menang,” kata Hadibuan meyakinkan pihaknya akan memenangkan gugatan prapid tersebut. Menurut kabar yang diterima wartawan media ini, sidang prapid  yang akan digelar Selasa pekan depan ini akan dipantau langsung personil dari komisi pemberantasan korupsi (KPK).

“Infonya seperti itu, soalnya perkara kasus dugaan korupsi rehab DAS ini sudah cukup lama penanganan kasusnya sehingga menjadi perhatian khusus bagi KPK. Jadi kabarnya beberapa personilnya akan diturunkan  ke PN Sungailiat guna memonitor proses pelaksanaan sidang prapid tersebut,” ungkap sumber dari internal salah satu institusi penegak bukum di Babel.

Sementara itu, Humas PN Sungailiat, Narendra tak menampik adanya kabar turunnya personil KPK ke PN Sungailiat guna memonitor jalannya sidang prapid antara Aan Sukayat vs Kajari Bangka.

“Bisa jadi benar, namanya aja sidang terbuka untuk umum, siapapun boleh datang untuk melihat jalannya persidangan,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, penyidik Pidsus Kejari Bangka telah menetapkan Aan Sukayat (46), Direktur CV Djohar Putra yang beralamat di Sumedang, Jawa Barat, sebagai tersangka dugaan korupsi Kegiatan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Hutan Lindung (HL) Rebo di Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka Tahun Anggaran 2014 silam.

Kasi Pidsus Kajari Bangka MF Hasibuan (Romli Muktar)

Kajari Bangka Supardi SH, melalui Kasi Pidsus M. Fandi Hasibuan SH mengatakan, Surat Perintah Penyidikan (Sprin Dik) kasus tersebut dikeluarkan tanggal 13 September 2017 lalu. Dalam proses penyidikan, tim penyidik telah memeriksa sekitar 30 orang saksi dan mengumpulkan bukti – bukti terkait, dengan acuan Pasal 184 KUHAP. Selama proses penyidikan itu juga, penyidik telah memintai keterangan N (Nazalyus) selaku Pengguna Anggaran, maupun PPK – nya, AS (Aan Sukayat) selaku kontraktor, dan pihak – pihak terkait.

“Kemudian setelah proses penyidikan tersebut, kami telah menemukan 2 (dua) alat bukti yang sah. Tim penyidik Kejari Bangka telah menetapkan tersangka kasus dimaksud, setelah melakukan gelar perkara yang dipimpin oleh Kajari, diikuti seuruh tim penyidik maupun jaksa. Tim penyidik Kejari Bangka telah menetapkan tersangka AS selaku kontraktor proyek Rehabiitasi DAS itu, yang telah menyalahgunakan kewenangan menguntungkan diri sendiri maupun orang lain secara bersama – sama, yang mengakibatkan kerugian negara,” terang Hasibuan kepada wartawan diruang kerjanya, Senin (18/12/2017) siang.

Hasibuan menambahkan, untuk mempermudah proses penyidikan selanjutnya, penyidik memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap tersangka Ann Sukayat.

“Setelah melihat nota pendapat dari tim penyidik, kami mengajukan persetujuan penahanan kepada Kajari, dan akan dilakukan penahanan hari ini, untuk mempermudah proses penyidikannya,” jelas Hasibuan. (Romli Muktar)