Pegiat Anti Korupsi Apresiasi Langkah Tengah Kejari Bangka

Forumkeadilan.com, Sungailiat — Setelah menjebloskan Aan Sukayat tersangka dugaan tindak pidana korupsi rehab daerah aliran sungai (DAS) Air Anyir Merawang, kabupaten Bangka yang sempat melakukan perlawanan dengan memprapidkan Kejari Bangka.

Kasi pidsus kejari Bangka, MF Hasibuan seizin Kajari Bangka, Supardi, Selasa (17/1/2018) kembali  menjebloskan kontraktor HR (Robert Harianjaya, red) tersangka kasus dugaan korupsi rehab kolam renang Tirta Loka Sungailiat tahun 2014 ke dalam penjara. Tidak berhenti di situ, Senin (21/1/2018) pihak kejari kembali menggiring dua tersangka lagi dalam perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi rehab Kolam Renang Tirta Loka Sungailiat dari aparatur sipil negara (ASN) ke Lapas Tua tunu Pangkalpinang. Kedua tersangka merupakan PNS pemkab Bangka.

Kepala Kejari Bangka melalui Kasi Pidsus MF Hasibuan ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/1/2018) mengatakan penahanan RH, M dan E  tersangka kasus rehab kolam renang itu selama 20 hari kedepan sebagai upaya mempermudah proses penyidikan.

Pihak Kejari Bangka berkeyakinan telah memiliki 2 alat bukti, bahkan lebih dari 2 alat bukti sesuai pasal 184 KUHAP terkait penyidikan kasus ini. “Kita yakin dalam melakukan penahanan ini sudah sesuai dengan prosedur tanpa mengurangi hak-hak dari tersangka,” sebut Hasibuan.

Apabila nanti mendapat gugatan pra peradilan dari pihak para tersangka,  pihak Kejari Bangka sudah siap menghadapinya. RH (Robert Harianjaya, red) selaku kontraktor dari PT Dame Uli Jadiaman Indah berdomisili di Jakarta, sementara M dan E selaku PPK dan PPTK pada proyek rehab kolam renang Tirta Loka Sungailiat kabupaten Bangka.

Proyek yang pengerjaannya tidak sesuai spek disertai dengan pemalsuan dokumen serta pencairan dana melebihi progres pengerjaannya ini ditaksir menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 218 juta.

Para tersangka dikenakan Pasal 2 juncto pasal 18 juncto pasal 55, subsider pasal 3 juncto pasal 18 juncto pasal 55. Keberanian dan ketegasan Kajari Bangka, Supardi melalui kasi pidsus MF Hasibuan dalam penanganan perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi mendapat apresiasi yang tinggi dari aktivis pegiat anti korupsi Bangka Belitung.

Salah satunya ketua LSM Persatuan Civitas Akademika Lintas Perguruan Tinggi Bangka Belitung, Marshal Imar Pratama. Menurut Marshal   hal tersebut tentunya dapat di artikan bahwa kasi pidsus dalam menangani kasus tindak pidana dugaan korupsi adalah tegas berani, tidak tebang pilih dan tanpa pandang buluh, dan itu patut untuk diberikan apresiasi.

“Apa yang di lakukan oleh kasi pidsus Kejari Bangka saat ini,  patut  dicontoh,  menegakkan hukum itu tidak boleh tebang pilih dan pandang buluh. Langkah Hasibuan selaku kasi pidsus Kejari Bangka mengangkat kembali dan sekaligus menetapkan serta melakukan penahanan kepada para tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi baik itu kasus dugaan tipikor rehab DAS maupun  rehab Kolam Renang Tirta Loka yang sekian lama terkatung katung adalah sebuah langkah berani yang patut untuk diberikan apresiasi,” sebut Marshal, Rabu (23/1/2018).

Lebih lanjut dikatakan Marshal, kerja nyata yang ditunjukkan Hasibuan saat ini adalah bentuk integritas dan komitmen seorang penegak hukum yang didambakan masyarakat Bangka Belitung. Negeri ini membutuhkan orang orang seperti Hasibuan,  seorang jaksa yang tegas dan berani tanpa kompromi terhadap koruptor. Kita berharap para penegak hukum yang lainnya bisa berbuat seperti itu,” pungkasnya. (Romli Muktar)