Negara Dan Pemimpin Negara Yang Menghantam Kaum LGBT

 

Hingga kini  tes medis masih dikembangkan Kuwait akan digunakan untuk mendeteksi kaum homoseksual dan mencegah mereka memasuki Kuwait atau salah satu negara kerja sama teluk (GCC). Demikian penjelasan seorang pejabat pemerintah Kuwait.

“Pusat-pusat kesehatan melakukan tes medis terhadap para ekspatriat saat mereka memasuki negara-negara GCC. Kami akan memperketat pemeriksaan yang memungkinkan kami mendeteksi kaum gay dan melarang mereka memasuki Kuwait atau negara GCC lainnya,” kata Direktur Kesehatan Publik Kuwait Yousouf Mindkar kepada harian Al Rai.

Semua negara anggota GCC (Bahrain, Kuwait, Qatar, Oman, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab) telah lama mengkriminalkan kaum homoseksual.

Namun, Yousouf tidak menjelaskan secara rinci bagaimana proses “deteksi” kaum homoseksual itu dilakukan. Menurut undang-undang Kuwait, pelaku homoseksual terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara, jika orang itu berusia di bawah 21 tahun.

Negara-negara Teluk memang dikenal sangat keras terhadap kaum homoseksual. Pada 2011, Bahrain menahan 127 orang gay, sebagian besar warga negara GCC, karena menggelar pesta yang “merusak akhlak”.

Pesta itu digelar di Pulau Muharraq, di pesisir utara Bahrain. Para peserta pesta adalah kaum gay dari negara-negara teluk berusia 18-20 tahun, termasuk seorang warga Lebanon dan Suriah.

Selain di negara-negara teluk, homoseksual juga ilegal di 78 negara, dan 49 negara menolak lesbianisme. Sementara lima negara yaitu Iran, Arab Saudi, Sudan, Yaman, dan Mauritania menerapkan hukuman mati untuk kaum gay.

Iran bahkan dikabarkan telah mengeksekusi mati 4.000 orang pelaku homoseks sejak 1979. Sementara pelaku sodomi yang belum berusia dewasa dijatuhi hukuman 74 kali cambukan.

Di Yaman, dua orang bersenjata menembak mati seorang pria yang diyakini sebagai pria homoseksual di luar rumahnya. Persisnya di Huta, ibu kota Provinsi Lahij, di selatan Yaman, pada Kamis 26 September 2013. Menurut keterangan polisi, Jumat 27 September 2013, pria yang diduga homoseksual berusia 29 tahun itu ditembak oleh salah satu dari dua orang yang mengendarai sepeda motor tersebut.

Polisi memperkirakan pelaku adalah kelompok militan garis keras. Penembakan ini merupakan kejadian keenam dengan modus serupa sepanjang 2013. Sebelumnya, pembunuhan semacam ini terjadi di Provinsi Abyan dan Aden.

Pelaku homoseksual akan diggantung di Iran

 

Di luar Negara Teluk dan Arab, sekurangnya ada 10 negara yang anti LGBT.

Nigeria

Nigeria merupakan negara pertama di Afrika yang menolak keras keberadaan kaum gay dan sejenisnya. Diketahui, sekitar 97 persen masyarakat Nigeria menolak keras keberadaan kaum LGBT.

Apabila ketahuan melakukan hubungan seks sesama jenis di Nigeria, hukumannya adalah 14 tahun penjara. Keberadaan kaum LGBT pun juga dianggap ilegal.

Honduras

Di Honduras, agaknya keberadaan kaum gay menjadi momok bagi masyarakatnya. Sejak tahun 2009, tercatat semakin meningkatnya kekerasan terhadap kelompok LGBT.

Kejadian pembunuhan kelompok LGBT pun seakan menjadi hal yang lumrah. Pihak otoritas setempat pun seakan tidak melakukan upaya untuk menangkap pelaku kejahatannya.

Zimbabwe

Seperti Nigeria, pemerintah Zimbabwe juga sangat represif terhadap kaum gay. Presiden Mugabe bahkan sampai membuat pernyataan, kalau keberadaan kaum gay dapat merusak sebuah negara.

Pernyataan Mugabe pun dengan serta merta diiyakan oleh rakyatnya. Hukuman paling buruk yang bisa menimpa kelompok LGBT di Zimbabwe adalah pemenggalan.

Jamaika

Senada dengan Nigeria dan Zimbabwe, pemerintah Jamaika juga sangat menentang kaum Gay. Di Jamaika, hubungan seks dengan sesama jenis merupakan hal yang dianggap ilegal.

Senegal

Agaknya ada banyak sekali negara Afrika yang menentang keras kaum gay. Senegal pun menjadi salah satu negara yang secara keras menentang. Pada tahun 2013 lalu, sekelompok kaum LGBT saja sampai dimasukkan dalam penjara karena adalah gay.

Sudan

Seperti negara Afrika lainnya, Sudan melarang keras hubungan sesama jenis seperti kelompok gay dan lesbian. Bahkan menurut laporan dari Kemendagri Sudan, penyerangan kerap terjadi pada kelompok Gay pada tahun 2011 silam.
 Lithuania

Di luar Afrika, Lithuania menjadi satu negara yang menolak kaum gay. Sudah ada banyak propaganda bernada anti gay yang dilangsungkan di sana.

 Mesir

Menjadi seorang gay di Mesir dianggap sebagai bentuk kriminal dan kebejatan. Pemerintah Mesir pun sering melakukan razia di tempat mandi umum hingga ‘menjaring’ kaum gay lewat internet dan ponsel.

Rusia

Mirip Lithuania, Rusia juga mengkampanyekan propaganda hukum anti gay. Rusia pun sangat sentimen pada kaum gay, contohnya lewat pelarangan menyetir bagi kaum transgender dan lainnya.

Uganda

Terakhir ada Uganda yang dengan keras melarang kaum gay. Bahkan, dahulu Uganda sempat dikenal akan seruannya untuk membunuh hingga memenjarakan kaum gay.

Faktanya, kaum gay masih mendapat sangat sedikit tempat di banyak negara dunia. Namun satu yang pasti, 10 negara di atas melarang keras didatangi kaum gay walau hanya untuk liburan.

Brunei Darussalam
Pemerintah Kerajaan Brunei Darussalam, resmi menerapkan hukum rajam bagi kelompok homoseksual, pezina dan pelaku kejahatan seksual lainnya.
Dalam penerapan hukum Syariah Islam, Sultan Hassanal Bolkiah mengatakan eksekusi berlaku bagi siapa pun melakukan berbagai “kejahatan” seksual, termasuk sodomi, perzinahan dan pemerkosaan.
”Dengan karunia Tuhan, undang-undang ini berlaku. Tugas kita kepada Tuhan telah terpenuhi,” ucap Sultan Bolkiah pada konferensi hukum di Brunei.
Ada sejumlah pemimpin negara yang secara tegas menentang LGBT. Antara lain

Presiden Gambia, Yahya Jammeh
Yahya Jammeh yang berkuasa di Gambia sejak berusia 29 tahun, memang terkenal lantang menyuarakan anti-gay di negaranya yang hampir 90 persen beragama Islam.

Ketegasannya tampak dari kecaman keras dan ancaman hukuman berat bagi mereka yg melakukan praktek homoseksual di Gambia. “Jika Anda melakukan hal tak terpuji itu di Gambia, saya akan menggorok leher Anda. Jika Anda seorang lelaki dan ingin menikahi lelaki lainnya di negara ini, kami akan menangkap Anda, dan tidak seorangpun akan melihat Anda lagi,” ungkapnya dalam pidato seperti yang dikutip dari Vice News beberapa waktu lalu.

 Presiden Uganda, Yoweri Museveni
Tindakan nyata yang dilakukan Presiden Yoweri Museveni adalah telah ditandatanganinya RUU Anti Homoseksualitas di Uganda. Presiden Museveni ini menyebut para kaum LGBT adalah manusia yang sangat menjijikan dan Presiden Museveni sangat yakin pasti ada cara-cara yang lebih baik untuk menyembuhkan kelainan seksual itu. Dengan adanya UU tersebut maka segala tindakan seksual yang berhubungan dengan LGBT di Uganda akan dipidana dengan hukuman penjara sampai seumur hidup.

 Presiden Rusia, Vladimir Putin
Presiden Vladimir Putin, merupakan salah satu tokoh dunia yang menentang keras keberadaan kaum LGBT. Hal tersebut ditandai dengan disahkannya UU Anti Gay di Rusia. Salah satu isi UU tersebut berupa larangan untuk mempropagandakan homoseksualitas.

Sejak disusun, saat masih menjadi RUU, aturan ini sudah menuai protes. Disebut-sebut sebagai penghinaan, kebencian, dan diskriminasi terhadap kaum gay.

“Kami tidak pernah melarang pada yang bukan tradisi seperti hubungan antar seksual, tetapi kami melarang propaganda terhadap homoseksual dan pedofilia,” ujar Putin pada Olimpiade musim dingin di Sochi tahun 2014.

“Kami harap negara lain tidak ikut campur dalam urusan negara kami yang menentang gay,” kata Putin yang menanggapi kritik dari negara Barat dan kelompok-kelompok penegakan hak asasi manusia atau HAM.