Main Ralat BAP Keterlibatan Wakil Rakyat Dalam Kasus Korupsi

Pengacara terdakwa kasus korupsi Bakamla Novel Hasan, Saut Edward Rajagukguk mengungkapkan Direktur Utama PT Merial Esa dan PT Melati Technofo Indonesia Fahmi Darmawansyah meralat berita acara pemeriksaan yang menyebutkan keterlibatan sejumlah anggota DPR RI saat sidang.

“Ya diralat oleh saksi Fahmi Darmawansyah setelah diperdalam oleh ketua majelis, karena saksi tidak mengetahui secara pasti dan hanya didasarkan dugaan semata. Mana bisa kesaksian berdasarkan dugaan‎,” kata Saut saat dihubungi di Jakarta, Jumat (26/1/2018).

‎Fahmi Darmawansyah menyebut nama anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Eva Sundari, anggota DPR Fraksi Partai Golkar Fayakhun Andriandi dan anggota Komisi XI DPR Bertu Merlas. Kemudian, Donny Imam Priambodo, Wisnu dari Bappenas.

Ia menjelaskan ‎dalam BAP ada penjelasan dari Fahmi Darmawansyah bahwa setelah kasus ini terbuka, dia menduga uang yang diberikan ke Ali Fahmi Habsyi itu akan diberikan untuk beberapa anggota DPR. Namun, Fahmi Darmawansyah tidak mengetahuinya dengan pasti dan hanya dugaan karena yang mengetahui hanya Adami, dan pada sidang sebelumnya Adami juga telah ditanya Majelis Hakim dan menjawab itu hanya asumsi.

“Tapi dia (Fahmi Darmawansyah) tidak jelas. Yang mengetahui hanyalah Adami.‎ Makanya, waktu itu hakim mengatakan bahwa kalau tidak tahu ya dijawab aja tidak. Kan pertanyaan seharusnya kalau ditanya jaksa tahu atau tidak, ya jawab tidak. Kalau tahu ya jawab tahu,” ujarnya.

 

Saut menguraikan keterangan Fahmi pada BAP menduga terdapat aliran dana dari Ali Fahmi Habsyi yang diberikan kepada sejumlah anggota DPR RI.

Namun Fahmi tidak mengetahui secara pasti atau melihat langsung penyerahan uang itu seperti halnya saksi Adami pun berdasarkan asumsi.

Saut juga bertanya kepada Fahmi perihal kenal terhadap terdakwa Novel atau pernah kliennya itu meminta sesuatu terkait kasus korupsi Bakamla itu.

“Jawabannya tidak pernah dan tidak kenal. Jadi, memang Fahmi Darmawansyah selalu memberikan uang kalau diminta oleh Adami yang merupakan keponakannya Fahmi Darmawansyah,” urai Saut.

Saut menambahkan Novel tidak pernah menerima dana yang bersumber dari Fahmi Habsyi atau Fayakhun namun Adami yang menyerahkan uang itu dari Eko.

Saut yakin penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja penuh kehati-hatian untuk mendalami keterangan Fahmi yang menyebutkan sejumlah nama anggota dewan karena pencatutan nama.