Kisruh Partai Hanura, Oesman Sapta Tak Terima Dituduh Terima Duit Rp 200 Miliar

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang alias OSO melaporkan tiga oknum kader Partai Hanura atas tuduhan pencemaran nama baik terhadapnya.

Pencemaran nama baik tersebut terkait dengan tuduhan kepada OSO soal penggelapan dana partai sebesar Rp200 miliar.

Laporan tersebut dilakukan oleh Serfasius Serbaya Manek di Polda Metro Jaya, Senin (22/1) malam. Ketiga orang yang dilaporkan adalah Ari Mularis, Sudewo dan Dadang Rusdiana.

Menurut Serfasius, landasan laporan yang dibuat dirinya terkait dengan pernyataan ketiga orang tersebut di sejumlah media online dan siaran televisi.

Serfasius mencontohkan, Ari telah mengatakan melalui siaran televisi bahwa OSO telah menggunakan dana partai.

“Atas nama Pak OSO, kami selaku kuasa hukumnya telah melakukan laporan terhadap tiga oknum kader Hanura yang secara terbuka membuat pernyataan di media online bahwa Pak Oesman sebagai Ketua Umum Partai Hanura yang sah melakukan penggelapan uang sebesar Rp200 miliar,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya.

Sebelumnya, Partai Hanura kubu “Suding” akan melaporkan mantan Ketua Umum mereka, Oesman Sapta Odang (OSO), ke Mabes Polri dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Wakil Ketua Umum Partai Hanura Kubu “Suding”, Sudewo, mengatakan laporan tersebut terkait dengan transfer uang senilai Rp 200 miliar ke OSO Sekuritas saat ia menjadi Ketua Umum Partai Hanura.

Wakil Ketua Umum Partai Hanura Kubu Sudewo,

“Melaporkan dugaan penyimpangan keuangan yang dilakukan Pak Oesman Sapta yang pada saat itu masih sebagai ketua umum kepada mabes polri dan juga melaporkan kepada OJK,” kata Sudewo di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Minggu (21/01/2018).

Sudewo mengatakan pihaknya telah mengantongi barang bukti transfer yang ditujukan kepada OSO Sekuritas yang nilainya berjumlah Rp200 Miliar yang diduga diambil dari calon kepala daerah.

“Kami tentu sudah punya alat bukti, bukti transfer kepada OSO Sekuritas itu sudah ada buktinya, sudah ada datanya, kisaran ada Rp 200 miliar yang diduga dia ambil dari calon-calon kepala daerah yang langsung berhubungan dengan ketua umum,” kata Sudewo.

Sudewo mengatakan transfer tersebut dilakukan oleh Bendahara Umum Partai Hanura ke rekening OSO Sekuritas melalui perintah Oesman Sapta ketika masih menjabat sebagai ketua umum.

“Masuk ke rekening OSO Sekuritas itu dari Pak Beny Prananto. Pak Beny itu dulunya sebagai wakil bendahara umum yang mendapat perintah dari pak Oesman Sapta untuk mengambil memasukkan uang itu”.