“Kasus Ini Dapat Menyulut Emosi Umat Islam Di Indonesia”

 

Penolakan Ustad Somad merupakan tindakan atau kebijakan sebagian pihak, baik dalam negeri maupun luar negeri. Kejadian Bali beberapa hari lalu, dan kejadian Hongkong juga tiga hari lalu sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang dibanggakan oleh dunia, khususnya yang menganut paham demokrasi dengan kebebasan (freedom) sebagai esensi dasarnya.

Apapun alasannya pencekalan itu baik oleh oknum masyarakat maupun pemerintah sangat tidak sejalan dengan semangat kebebasan dan keragaman.

Dalam dunia demokrasi seperti Amerika, kebebasan ekspresi, berbicara dan berpendapat itu hak asasi manusia yang sangat dihormati. Dan tidak akan dianggap ancaman selama itu masih dalam batas opini atau bicara (speech). Maka mengeritik presiden sekalipun adalah hal wajar selama tidak ada ancaman, apalagi tindakan kekerasan (violence).

Berikut sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas peristiwa tersebut, sebagaimana disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan:

Bagaimana reaksi MUI atas ditolaknya Ustad Somad oleh Hongkong?

MUI merasa prihatin atas kejadian yang menimpa ustad Abdul Somad semoga beliau sabar dan mengambil hikmah dari peristiwa tersebut. MUI yakin bahwa hal tersebut karena kesalahpahaman dan kurangnya informasi pihak otoritas imigrasi Hongkong terhadap pribadi ustad Abdul Shomad.

Sebelum Ustad Somad, apakah ada pejabat Indonesia yang ditolak pihak Hong Kong?

Dulu pernah mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditolak masuk ke negara Amerika Serikat karena kesalahan informasi dari intelijen imigrasi. Dan saya kira masih banyak kejadian serupa yang menimpa warga negara Indonesia lainnya.

Apakah petugas di satu negara memiliki otoritas untuk menolak warga asing?

Petugas imigrasi memang memiliki otoritas untuk menolak atau menerima warga asing masuk ke wilayah negaranya. Menurut informasi Imigrasi Klas 1 Soekarno-Hatta (Soetta) selama tahun 2017 pihak imigrasi telah mengamankan dan menolak 562 warga negara asing (WNA) yang hendak masuk ke Indonesia. Mayoritas mereka adalah warga negara Tiongkok.

Apa alasan Hongkong menolak Ustad Somad?

Penolakan ustad Abdul Somad sampai detik ini belum ada kejelasan alasannya. Untuk hal tersebut MUI meminta kepada Kementerian Luar Negeri RI melalui Kedutaan Besar Indonesia di Hong Kong untuk membuat nota protes kepada pihak pemerintah Hong Kong agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

Apakah pihak Bandara Internasional Hong Kong telah memberi penjelasan terkait penolakan Ustad Somad?

Masalahnya tidak jelas alasan penolakan tersebut, bahkan mengada-ada. Ustad Somad telah memenuhi prosedur keimigrasian di Bandara Internasional Hong Kong. Dengan begitu, MUI menuntut agar pemerintah setempat harus memberikan klarifikasi berupa alasan yang jelas. Jika tidak, hal itu dapat berdampak buruk kepada hubungan antara rakyat Indonesia dan pemerintah Hong Kong.

Penolakan Ustad Somad apakah ada konspirasi untuk membunuh karakter ulama?

Ini adalah sebuah konspirasi untuk membunuh karakrer ulama. MUI minta kepada pemerintah terutama Kemenlu untuk melakukan investigasi khusus kasus ini agar tak terulang di masa mendatang. Kasus ini bisa merusak hubungan bilateral antara Indonesia dan Hong Kong jika tidak segera ditangani secara serius oleh pemerintah. Karena, kasus ini dapat menyulut emosi umat Islam di Indonesia. Deportasi tersebut melanggar norma dan hubungan International. Sekaligus merusak hubungan bilateral kedua negara. Dengan adanya kejadian tersebut dicurigai ada pihak tertentu yang memang ingin menghidupkan Islamofobia di Indonesia. Pihak tersebut, sangat khawatir dengan kesadaran umat Islam yang selama ini membela agamanya dengan nilai nilai demokrasi dan tren masa kini.