Dua Jaringan Pengedar Narkoba Kelas Kakap Dibongkap Polda Kalsel

Awal tahun 2018 ini ditandai kisah sukses Plda Kalimantan Selatan. Anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalsel berhasil mengungkap dua jaringan besar Narkoba di awal tahun 2018.

“Saya apresiasi kerja Ditresnarkoba di awal tahun ini, semoga bisa mengungkap yang lebih besar lagi hingga peredaran Narkoba dapat ditekan,” kata Kapolda Kalsel Brigjen Pol Rachmat Mulyana di Banjarmasin, Kamis, 11/1/2018

Dikatannya, jaringan pengedar pertama yang dibongkar adalah Irwan alias Iwan Bibir yang ditangkap anggota Ditresnarkoba di Cisarua Bogor, Provinsi Jawa Barat pada Jumat (5/1/2018).

“Delapan orang ditangkap dan satu masih DPO dari kelompok ini dengan barang bukti disita 40 paket sabu-sabu dan 1.633 butir ekstasi,” ujar Rachmat didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Muhammad Firman.

Terhadap dua tersangka, yakni Irwan dan M Saleh diberikan tembakan di bagian kaki oleh petugas karena mencoba kabur saat ditangkap.

Kemudian pada Selasa (9/1), anggota Ditresnarkoba kembali berhasil menggagalkan upaya jaringan pengedar Narkoba yang memasok sabu-sabu ke Kalsel.

Pelaku lainnya, adalah pria bernama Ajimi alias Jimi yang disergap saat keluar dari pintu kedatangan Bandara Syamsudin Noor karena membawa dua paket sabu-sabu seberat 500 gram.a

Kapolda juga mengungkapkan, pelaku asal Lampung itu terbang menggunakan transportasi udara dari Batam menuju Banjarmasin transit Jakarta.

“Pengiriman sabu-sabu itu dikendalikan oleh penghuni Lapas Narkotika Karang Intan, dan anggota masih melakukan pengembangan lebih lanjut,” beber jenderal bintang satu itu.

Terhadap tersangka Jimi, petugas juga menghadiahinya timah panas di kaki karena melawan dan berusaha kabur saat diminta menunjukkan jaringannya yang lain.

Saat ekspos kasus di hadapan media, Kapolda turut didampingi Kepala BNNP Kalsel Brigjen Pol Nixon Manurung dan Kepala Balai Besar POM (BPOM) di Banjarmasin Drs Sapari.

Rachmat mengaku sudah berkoordinasi dengan Kepala BNNP perihal komitmen bersama untuk meningkatkan upaya pencegahan.

“Karena menurut kami, pencegahan jauh lebih penting daripada pemberantasan, jadi kalau sudah tidak ada penyalahguna maka Narkoba yang dijual pengedar tidak akan laku,” jelas Kapolda mengakhiri.