Disuap Rp 5 Miliar Bupati Hulu Sungai Tengah Di-OTT KPK

Tim Satgas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kalimantan Selatan, pada Rabu (03/01/2018) malam. Dalam operasi senyap yang digelar di wilayah ‘Bumi Lambung Mangkurat’, tim berhasil membekuk Abdul Latief , Bupati Hulu Sungai Tengah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, orang nomor satu Kabupaten Hulu Sungai Tengah tersebut diciduk karena kedapatan menerima uang suap senilai miliaran rupiah. “Duitnya sekitar Rp 5 miliar,” ujar sebuah sumber.

Namun belum diketahui, motif pemberian duit tersebut kepada sang kepala daerah, meskipun beredar kabar, uang yang diberikan tersebut akan digunakan untuk maju dalam Pilkada serentak mendatang. “Pemberinya swasta ada di Surabaya, terkait proyek seperti biasa,” jelas sumber tersebut.

Dikonfirmasi perihal adanya OTT ini, Ketua KPK Agus Rahardjo telah membenarkannya. ” Betul ada giat di Hulu Sungai Tengah, Kalsel, dan Surabaya. tunggu konpers lebih lanjut,” tuturnya kepada JawaPos. Hingga saat ini, para pihak tengah dalam perjalanan ke Jakarta untuk dimintai keterangannya, sebelum ditentukan status hukumnya.

Setekah melakukan penangkapan, KPK menyegel ruangan kerja Bupati Abdul Latief  Kamis (4/1/2018). KPK menduga AL terlibat dalam kasus suap.

Peristiwa penyegelan ruang kantor orang nomor satu di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, itu terjadi pada Kamis (4/1) sekitar pukul 10.30 Wita. untuk lokasi ruang Kantor Bupati HST itu berlokasi di lantai dua.

Saat ini ruangan tersebut dijaga ketat Satpol PP dan sudah ditutup dengan papan tulis penyekat ruangan. Penjaga juga melarang siapapun untuk mengambil foto.

Kabag Humas Setda Kabupaten HST menyampaikan bahwa kejadian itu tanpa sepengetahuan para pegawai di sana.

“Sekitar pukul 10.30 WITA tiba-tiba saja ada lima orang masuk ke ruangan Bupati yang wajah-wajahnya mirip cina dan ada juga mirip Arab dan satu orang wanita tanpa id card dan tanpa melalui pelaporan ke pos jaga,” katanya.

Dia juga mengungkapkan setelah itu tidak tahu lagi dan tidak melihat apa yang terjadi di dalam ruangan itu.

“Jadi, masalah Bupati ada atau tidak adanya di dalam ruangan itu kami tidak mengetahui,” ucapnya.

Dirinya juga mengatakan akan memberikan konferensi pers pada jam 15.00 WITA bersama dengan Sekretaris Daerah Pemkab HST.

Menurut salah satu Sumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan sebelumnya lima orang berpakaian preman itu menanyakan kepada petugas Satpol PP yang jaga di depan pintu. Namun salah seorang langsung saja mendobrak pintu ruangan Bupati tersebut.

Juru Bicara KPK mengkonfirmasi tengah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Hulu Sungai Tengah. Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengakui kalau penyidik KPK tengah melakukan operasi dalam beberapa waktu terakhir.  Namun, ia belum bisa merinci nama-nama yang diamankan, tindak korupsi, maupun jumlah uang yang diamankan.

“Saya perlu pastikan terlebih dahulu. Namun memang ada tim yang bergerak di lapangan sejak beberapa hari ini,” kata Febri dalam keterangan tertulis yang diterima Tirto, Kamis (4/1/2018).

Ketua KPK Agus Rahardjo juga mengkonfirmasi OTT tidak hanya di Hulu Sungai Tengah tapi juga Surabaya. Namun Agus tidak merinci siapa saja yang dicokok KPK.  “Tunggu konpers lebih lanjut,” kata Agus.