Ancaman 5 Tahun Bui Untuk Pengemudi Taksi Online Yang Mencoba Merampok Penumpang

Peristiwa itu terjadi pada Rabu 17 Januari 2018 sekitar pukul 18.30 WIB. Ketika itu, seorang karyawati sebuah bank, Mega Anisa (28) memesan taksi online dari sekitar Jalan Setiabudi Kota Bandung. Sesuai dengan pesanan di aplikasi, tujuan akhirnya adalah kawasan Ciganitri Kota Bandung.

Kemudian datang sebuah kendaraan Toyota Avanza berwarna hitam dengan pelat nomor F 1646 AM yang dikemudikan oleh Aldy Erlangga (19). Tanpa rasa curiga, Mega pun naik ke dalam kendaraan.

Belum lama perjalanan berlangsung, pengemudi tiba-tiba menodongkan pisau ke arah korban sekaligus memaksa korban memasangkan borgol. Karena tidak bisa menggunakan borgol, tersangka akhirnya memasangkan borgol itu ke tangan korban. Selanjutnya, di tengah ancaman senjata tajam perjalanan berlanjut hingga pintu tol Cileunyi.

“Korban sempat membatalkan pesanan, tapi ketika memesan lagi nama itu muncul lagi. Akhirnya ketika mobil datang korban langsung naik,” ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jumat (19/1/2018).

Mega duduk di kursi penumpang depan bersebelahan dengan sopir. Awalnya tak ada kecurigaan. Namun tiba-tiba saat di kawasan Pasteur sebelum masuk gerbang tol (GT) Pasteur, Aldy mengambil parang yang disimpan di sampingnya.  “Senjata tajam langsung diarahkan ke leher korban. Bagian ujungnya bahkan sudah menempel ke leher korban,” tutur Hendro.

Di saat yang bersamaan, sambung Hendro, pelaku mengeluarkan borgol. Korban diminta pelaku secara paksa untuk memakai borgol tersebut. “Karena korban tidak bisa memakainya, pelaku membantu memasangkan borgol ke tangannya,” kata dia.

Dalam perjalanan tangan korban terborgol dengan posisi tangan di depan. Selama perjalanan juga, pelaku kerap menempelkan senjata tajamnya ke leher korban.  “Pelaku meminta barang bawaan korban untuk diserahkan,” katanya.

Korban makin panik. Pasalnya, kendaraan yang ditumpangi Mega malah tidak sesuai dengan tujuan di Buahbatu. Pelaku malah membawa korban ke arah Cileunyi. “Pesanannya dari Setiabudhi ke Buahbatu. Tapi ternyata di bawa ke Cileunyi,” kata dia.

Korban akhirnya bisa kabur. Kesempatan itu didapat saat mobil mengantre di gerbang tol Cileunyi untuk pembayaran tol.  “Tangan korban kan posisinya di depan, jadi ada kesempatan untuk buka pintu. Korban kemudian keluar dari pintu kiri mobil,” kata Hendro.

Sukses keluar dari jeratan sang pengemudi, Mega berlari ke arah kasir GT Cileunyi. Pelaku panik, hingga akhirnya kabur dengan kecepatan tinggi. “Sampai-sampai mobil menabrak palang pintu gerbang tol,” tuturnya.

Mega kemudian dibawa ke kantor Jasa Marga. Borgol itu pun akhirnya dibuka oleh petugas polisi yang berdinas di Jasa Marga.

Keesokan harinya, Mega melaporkan kejadian yang ia alami ke Polsek Cidadap. Tak butuh waktu lama, personel Satreskrim yang dipimpin Kasatreskrim AKBP M Yoris Maulana akhirnya membekuk Aldy di kediamannya di Sukasari, Bandung.

Atas perbuatan tersebut, tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun