Akibat Berikan Keterangan Berbelit Belit, Anggota Dewan Ini Terancam Jadi Terdakwa

Forumkeadilan.com, Pangkalpinang–Sidang perkara kasus SPPD fiktif 13 anggota dewan Kota Pangkalpinang, Kamis (11/1/2018)  kembali digelar di Pengadilan Tipikor Pangkalpinang. Sidang yang dipimpin majelis hakim ketua Sri Endang Amperawati Ningsih mengagendakan pemeriksaan saksi saksi dari anggota dewan kota Pangkalpinang yakni Zubaidah dari partai Geribdra dan Amir Rahman serta Rano dari partai PAN
Tidak berbeda jauh dengan sidang sidang sebelumnya, para saksi ini kembali membuat majelis hakim kesal dan berang lantaran jawaban yang diberikan saksi kepada majelis berbelit belit kecuali saksi Amir Rahman. Sehingga majelis sempat mengeluarkan ucapan diluar kelazimannya.
“Sudah lah kami sudah tahu, kalau kalian anggota dewan terhormat sudah biasa kok berbohong. Tidak usah angkat sumpah bawa bawa nama Tuhan kalau tetap bohong,  justru semua itu akan menjadikan kalian bernilai rendah. Kami hanya mau kejujuran karena semuanya sudah tertuang di BAP jadi lebih baik jujur tidak usah muter muter,  karena justru akan membuat kalian juga menjadi terdakwa baru,” ucap ketua majelis Sri Endang kepada terdakwa.
Tidak berhenti sampai di situ, bahkan salah satu anggota majelis hakim menyarankan agar saksi Rano untuk segera mengundurkan diri dari anggota dewan kalau tidak dapat bekerja dengan baik.
“Namun kalau ternyata masih bisa bekerja dengan banyak prestasi ya silahkan pertahankan, sebab kami juga merupakan masyarakat kalian,” ujar salah satu hakim anggota.
Namun berbeda dengan saksi Amir Rahman, jawaban yang diberikan terbilang jujur dan tidak berbelit-belit,  sehingga JPU, Samhori dari kejari Kota Pangkalpinang sempat memberikan apresiasi atas kesaksiannya, dan kabarnya Amir Rahman adalah  orang kedua yang mengembalikan kerugian uang SPPD fiktif 13 dewan tersebut.
Seperti diketahui sebelumnya, 13 anggota DPRD Kota Pangkalpinang diduga terlibat dalam kasus dugaan SPPD fiktif tahun anggaran 2017 senilai Rp 300 juta namun pihak kejari Pangkalpinang hanya menetapkan 1 orang tersangka yakni Budik Wahyudi selaku bendahara di sekretariat dewan Pangkalpinang. (Romli Muktar)