Air Mata Istri Sang Pembunuh Satu keluarga

9 Tahun Penjara Buat Reny, 11 Tahun Untuk Irfan

Terdakwa Reni Syahfitri dan Irfan dalam persidangan pembacaan vonis kasus pembunuhan di PN Medan. Keduanya terbukti turut serta membantu pembunuhan yang dilakukan Andi Lala, suami Reni Syahfitri. (Foto:Tribunews.com)

Reni Syahfitri tertunduk. Wanita paruh baya ini terus saja menatap lantai. Ia seakan tak kuasa memandang majelis hakim dan pengunjung sidang yang memadati ruang Cakra V Pengadilan Negeri Medan, Rabu (3/1/2017). Sesekali ia menggoyang-goyangkan kaki seolah sedang berusaha menenangkan dirinya yang galau mendengar hakim membacakan putusan.
“Terdakwa Reni Syahfitri terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan turut membantu tindak pidana pembunuhan,” kata ketua majelis Jamaluddin dalam amar putusannya.
Reni dinyatakan terbukti membantu suaminya, Andi Lala, membunuh pria selingkuhannya, Suherwan alias Kakek, di Lubuk Pakam, Deli Serdang. Untuk kasus yang sama, terdakwa Irfan alias Efan yang juga turut membantu Andi Lala dalam pembunuhan tersebut divonis 11 tahun penjara. “Kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 338 KHUPidana‎ jo Pasal 55 ayat (1) ke-1. Menetapkan terdakwa untuk tetap ditahan di dalam penjara,” sambung hakim.
Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut Reni Safitri dan Irfan selama 14 tahun penjara. “Kita pikir-pikir dulu,” ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kadlan Sinaga, usai mendengar putusan hakim untuk dimintai tanggapan apakah banding atau tidak.

Andi Lala, pembunuh sadis yang menjadi otak pembantaian satu keluarga di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, dituntut hukuman mati. Andi Lala juga turut membunuh Kakek selingkuhan istrinya, Reni Syahfitri. (Foto: Analisadaily.com)

Baik Reni maupun Irfan juga ‎menyatakan pikir-pikir. Keduanya menangis sejadi-jadinya seakan tak menyangka dihukum berat. Mereka pun berjalan ke arah pengunjung untuk memeluk keluarga masing-masing yang hadir dalam sidang putusan tersebut.
Kasus pembunuhan Kakek terungkap saat Andi Lala ditangkap karena kasus pembunuhan satu keluarga di Jalan Mangaan, Mabar, Medan. Selain sebagai otak pelaku pembunuhan satu keluarga di Medan, ternyata Andi Lala yang belum divonis dalam kasus ini, juga otak pelaku pembunuhan pria selingkuhan istrinya tersebut.
Kakek dihabisi di rumah Andi Lala di Lubuk Pakam pada 12 Juli 2015 silam. Jasadnya kemudian dibuang ke parit Jalinsum Medan-Tebing Tinggi, Desa Pagar Jati, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang pada 12 Juli 2015 silam. Awalnya sempat dikira korban tabrak lari kasus kecelakaan lalulintas, karena di lokasi juga ditemukan sepeda motornya.
Andi Lala menghabisi nyawa Iwan Kakek menggunakan alu karena sangat sakit hati terhadap korban. Selain selingkuh seperti pengakuan istrinya, mereka juga sudah berhubungan badan hingga 8 kali.
Mendengar hal tersebut, Andi Lala yang emosi kemudian menghabisi nyawa Kakek. Setelah 2 tahun kasus pembunuhan akhirnyaterungkap setelah Andi Lala melakukan pembunuhan sadis terhadap satu keluarga di Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, pada Minggu 9 April 2017 lalu.
Dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Mabar, Medan Deli, Andi Lala ternyata dibantu dua rekannya, Andi Syahputra dan Roni Anggara. Dalam kasus ini, JPU dari Kejatisu Kadlan Sinaga menuntut terdakwa Andi Syahputra dihukum 20 tahun penjara, sedangkan Roni Anggara dituntut seumur hidup. Sementara Andi Lala, otak pelaku pembunuhan yang dikenal sebagai penjagal sadis, dituntut hukuman mati. Ketiganya dijerat Pasal 330, dan Pasal 340 jo Pasal 55 ayat 1 KUH Pidana.

Andi Lala, otak pembunuhan satu keluarga di Mabar dan pelaku pembunuhan selingkuhan istrinya ditangkap di Provinsi Riau, setelah menjadi buronan tiga bulan lebih. Andi Lala saat rekonstruksi mengaku membunuh dengan menggunakan besi. (Foto:Tribunnews.com)

Peristiwa pembunuhan di Mabar Kecamatan Medan Deli terjadi 9 April 2017 lalu. Kala itu, lima orang dalam satu keluarga dibantai secara keji di rumahnya di Jalan Mangaan. Mereka yang dibunuh yakni pasangan suami istri Riyanto dan Sri Ariyani , kedua anak mereka, Naya dan Gilang serta Sumarni mertua Riyanto.
Mereka ditemukan tewas dengan luka akibat senjata tajam. Sedangkan puteri bungsu pasangan Riyanto dengan Sri Ariyani, Kinara yang berusia empat tahun selamat dalam pembantaian tersebut. Kondisi balita malang yang mengalami kritis itu dan mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Medan.
Jaksa menyebutkan, terdakwa Roni diamankan petugas kepolisian di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, sedangkan terdakwa Andi Syahputra diringkus di kawasan Airbatu, Kabupaten Asahan.
Kemudian Andi Lala sebagai otak pelaku pembunuhan sekeluarga itu, diamankan polisi di daerah Provinsi Riau, karena saat digerebek di rumahnya di Jalan Pembangunan II, Sekip, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang telah melarikan diri.
Petugas menemukan sejumlah barang bukti milik korban, yakni empat ponsel, satu laptop, STNK sepeda motor atas nama korban Riyanto, dan beberapa barang lainnya. Petugas juga menyita sepotong besi yang digunakan untuk membunuh kelima korban.
Sidang perkara pembunuhan sekeluarga itu dipimpin Majelis Hakim PN Medan diketuai Dominggus Silaban dilanjutkan pada 10 Januari 2018 untuk pembacaan nota pembelaan atas tuntutan jaksa. (Medan – Zainul Arifin Siregar)