IPW Pertanyakan Pengerahan Puluhan Polisi Dalam Kasus Sewa Menyewa Apartemen

 

Jakarta, Forum keadilan.com – (27/1/2018) Ketua Presidium Indonesia Police Wacth (IPW) Neta S. Pane mengatakan polisi jangan memperlakukan seseorang dengan cara yang seolah-olah mau menangkap teroris, dalam perkara sewa menyewa apartemen.

“Sebaiknya tidak perlu berlebihan seperti itu, jangan hanya karena persoalan sewa menyewa kok seseorang sudah diperlakukan seperti mau menangkap teroris,” ujar Neta kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (27/1/2018).

Menurut Neta, tugas dan tanggung jawab polisi adalah melindungi keamanan masyarakat dan menjaga ketertiban yang sesuai dengan Undang-Undang.

“Polisi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat seharusnya bisa berlaku bijak kepada kedua belah pihak, Kapolda sudah harus menegur Dir Krimum,” beber Neta.

Dia mempertanyakan, apakah Kapolda Metro Jaya mengetahui pengerahan puluhan anggotanya untuk mengurusi kasus sewa menyewa apartemen di kawasan SCBD. “Kapolda tahu nggak anggotanya dikerahkan,” pungkas Neta.

Sementara itu salah seorang Security yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku kaget.

“Saya juga tidak paham, dan tidak mau melibatkan diri. Tidak mau membelok kesana dan kesini. Kami sih di tengah saja, waktu peristiwa itu saya tidak bisa apa-apa. Mereka lewat ground, sekitar jam setengah sebelas siang. Saya disampaikan ada grudukan dari polisi, Kombes saja ada empat orang,” ungkapnya.

Staf pengelola dari pihak manajemen Apartemen OPP, Mutia mengakui ada persoalan sewa menyewa, dimana pemilik apartemen atas nama PT Pijar Cahaya Mulia dengan Tedy penyewa.

“Kita tidak berpihak siapa-siapa, kita mengelola saja, cuman karena ini ada sengketa. Tapi kita tidak pasrah (saat penggerebekan) tapi kita juga sudah berupaya agar penghuni nyaman, dan menjadi fasilitator jika ada persoalan. Surat-surat perintah dari kepolisian saja, tidak ada surat dari pengadilan,” ujar Mutia.

Kasus ini merupakan kelanjutan dari langkah hukum dari pemilik apartemen. Sebelumnya, 5 Septmber 2017, pemilik unit apartemen di Pasific Place, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, itu melaporkan seorang penyewa yang tidak kooperatif membayar kewajiban. Penyewa berinisial TST dilaporkan ke Polda Metro Jaya..

Kemudian pengacara pemilik unit apartemen di Pasific Place, PT Pijar Cahaya Mulia, Christma Celi Manafe, menyambangi Polda Metro Jaya untuk menanyakan perkembangan laporan kliennya terhadap TST.

“Ini terkait kasus dugaan pelanggaran pasal 167 KUHP tentang penyerobotan, yang kami laporkan pada dua pekan lalu,” ujar Christma kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (5/9/2017).

Dia menjelaskan, PT Pijar Cahaya Mulia itu merupakan salah satu owner di Pasific Place yang memiliki beberapa unit apartemen dan disewakan kepada orang secara personal. Dari sekian penyewanya, TST tidak mau membayar sewa sesuai kesepakatan.

“Sewanya sejak November 2015 untuk jangka waktu 3 tahun. Dewanya USD600.000. Seharusnya dibayar tiga kali sesuai kesepakatan, yakni pada November 2015, Desember 2015, dan Maret 2016, tapi dia malah tak melakukan sesuai kesepakatan itu,” tuturnya.

Dia menerangkan, TST tak mau melakukan pembayaran sesuai kesepakatan tapi malah melakukan pembayaran dengan cara mencicil setiap bulannya dan semaunya. Bahkan sejak Januari 2017 hingga sekarang cicilan sewa belum dibayar oleh TST.

“Atas tak dipenuhinya kesepakatan itu, lalu kami beri dia somasi agar dikosongkan. Sudah tiga kali beturut-turut tapi tak diindahkan. Kami juga sempat minta ke manajemen apartemen untuk mematikan air dan listriknya karena merugikan kami,” pungkasnya

Musrifah