Terkait Korupsi Dana CSR PT Timah, Perhimpunan dan LSM Penerima Akan Diperiksa Penyidik.

Forumkeadilan.com, Pangkalpinang – Kejaksaan Tinggi kian serius menyidik perkara korupsi di tubuh PT Timah Bangka Belitung terkait dugaan adanya penyimpangan dana  corporate social responsibility (CSR) PT Timah. Hal ini terlihat dari mulai diperiksanya pihak-pihak penerima dana CSR PT Timah kurun 2015 sd 2016.

Menurut Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Kejati Babel), Roy Arland data penerima dana CSR yang tercatat dalam berkas laporan PT Timah yang diterima penyidik banyak sekali. Mulai dari pihak LSM hingga perhimpunan/ komunitas wartawan sendiri.

“Datanya sudah dipegang penyidik. Penerimanya ada dari perhimpunan, LSM maupun komunitas wartawan. Selaku penerima dana CSR yang sedang didalami penyidik, tentu akan diperiksa,” kata Roy Arland di gedung Kejati Babel, Senin (11/12/2017).

Untuk pemeriksaan hari ini saja, penyidik telah memeriksa 3 orang penerima CSR PT Timah tahun 2015. 3 orang ini dari perhimpunan. Pemeriksaan tersebut meliputi soal penerimaan dana serta mekanisme pengajuanya.

“Hari ini ada 3 orang dari perhimpunan yang diperiksa penyidik. Mereka diperiksa seputar berapa dana diterima dan berapa dana diajukan. Ngajukanya bagaimana, dana buat apa, kegiatan apa. Pokoknya seputar itu,” ujarnya.

Seluruh penerima dana CSR menurutnya akan diperiksa sama oleh penyidik. Sebab penyidik harus mengetahui kemana saja aliran dana CSR yang sedang dibidik tersebut.

“Sesuai laporan yang diberikan pihak PT Timah saja, kalau dananya dikucur kepada pihak A. tentu pihak tersebut kita periksa,” tegasnya.

Untuk pemeriksaan besok, kata Roy pihak penyidik telah mengirimkan surat panggilan kepada 10 penerima dana CSR PT Timah untuk menjalani pemeriksaan.

“Untuk pemeriksaan hari Selasa (12/12/2017) besok, pihak penyidik telah mengirimkan surat panggilan kepada 10 orang penerima CSR tersebut dari perhimpunan dan LSM. Mudah mudahan mereka datang untuk dimintai keterangannya. Termasuk Junaidi (mantan kabid CSR PT Timah tahun 2015) besok akan menjalani pemeriksaan lanjutan,” kata Roy.

Penkum Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Kejati Babel), Roy Arland (Romli Muktar)

 

Diketahui sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung sedang membidik dugaan korupsi  CSR tahun 2015 sebesar Rp 17 milyar  dari Rp 27 milyar.

Penyelidikan kasus ini berawal dari kasus korupsi yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Muntok 2016 lalu. Dimana Abang Faizal (ketua Asosiasi homestay fair Muntok 2015) selaku terdakwa tunggal dituduh telah merugikan keuangan negara Rp 500 juta. Proses hukum Abang Faizal sendiri saat ini sedang kasasi Mahkamah Agung.  CSR PT Timah tahun 2015 itu sebesar Rp 27 milyar, namun yang dicairkan berkisar Rp 17 milyar yang diduga terjadi penyalahgunaan dan sedang ditelusuri saat ini oleh penyidik.

Dugaan sementara dana CSR sebesar itu telah disalahgunakan  dari pejabat CSR PT Timah  buat kepentingan pribadi dan termasuk juga beberapa oknum penerimanya.

Kabar bocoran yang diterima wartawan media ini menyebutkan beberapa penerima dari organisasi tertentu selain menggunakan APBD  juga mendapat bantuan dana CSR PT Timah hingga mencapai ratusan juta rupiah bahkan ada satu perhimpunan yang bergerak di bidang olah raga mendapatkan bantuan CSR PT Timah hingga Rp 1 milyar lebih. (Romli Muktar)