Tawuran Pelajar Di Depok Kembali Menelan Nyawa

Mohammad Witanto (16) Seorang siswa SMK swasta di Citayam, Depok, sore tewas disabet senjata tajam oleh sekelompok pelajar lainnya, Jumat (15/12/17). Ia sempat dilarikan ke rumah saki. Namun nyawanya tidak terselamatkan. Informasi ini menjadi pembicaraan ramai hingga Senin, 18/12/2017.

Berdasarkan informasi yang ada, korban Mohammad Witanto berencana akan main ke rumah temannya. Korban berangkat dari rumahnya di Perumahan Pura, Tajur Halang, sekitar pukul 15.00 WIB. Korban berboncengan bertiga dengan temannya, naik satu motor menuju ke daerah Kayu Manis, Bogor.

Namun dalam perjalanan ke Kayu Manis, terjadi bentrok dua kelompok pelajar. Motor yang dikendarai korban bersama rekannya ini dikejar salah satu kelompok.

Korban yang duduk di paling belakang menjadi sasaran pembacokan senjata tajam. Punggung korban dibacok berkali-kali.

Oleh saksi, yang juga rekan korban, yaitu Dede Ridwan (15) dan Akbar Prayoga (15), korban pun dilarikan ke RS TNI AU M Hassan Toto, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Kapolsek Bojonggede, AKP Agus Koster Sinaga, membenarkan adanya peristiwa tawuran yang menyebabkan seorang siswa menjadi korban dan meninggal dunia. Identitas korban diketahui Muhamad Witanto, kelas 1 mesin SMK swasta di sekitar Citayam.

“Ya betul korban tinggal di Perumahan Pura Blok P4 No 5 Desa dan Kecamatan Tajur Halang. Meninggal akibat dibacok senjata tajam saat tawuran di wilayah hukum Polsek Tanah Sereal Bogor,” ujarnya kepada wartawan saat dikonfirmasi, Sabtu (16/12/17) pagi.

Dia menambahkan, anggota telah melakukan pengecekan ke rumah korban dan korban sudah dimakamkan. Berdasarkan keterangan keluarga, setelah dilakukan pemakaman korban di TPU sekitar rumah, baru akan dibuat laporan resmi ke Polsek Tanah Sereal.

Peristiwa tawuran yang menyebabkan pelajar meninggal dunia berulang kali terjadi. Tentunya hal ini sangat memprihatinkan seluruh pihak. Para pelajar yang seharusnya mencari ilmu di sekolah, justru menjadi gladiator bagi pelajar lainnya karena tidak segan-segan melukai bahkan hingga menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.

Sebelum Mohammad Witanto tewas, peristiwa tawuran yang juga menyebabkan korban meninggal dunia menimpa seorang siswa kelas 7 salah satu MTs di Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Alan Nugraha Sopian Lubis. Korban dibacok oleh sekelompok pelajar di sekitaran Jembatan Serong, Cipayung.

Korban yang sempat mendapatkan perawatan selama dua hari di rumah sakit akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit di Cibinong, Kabupaten Bogor pada Minggu (10/12/2017).