Tangisan Deisti Yang Dipanggil “Ibu” Oleh Fredrich Yunadi

 

Air mata istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor tidak lagi tertahan ketika suaminya berada di dalam ruang tahanan KPK. Begitu nenurut Fredirich Yunadi, Kuasa Hukum Novanto.

“Iya, tadi ibu nangis. Selama saya temani di dalam ruangan tadi, ibu selalu menangis,” ungkapnya di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 23 November 2017.

Sebutan “Ibu” yang dimaksud Fredirich adalah Deisti Astriani Tagor. Padahal, kalau melihat raut wajahnya lewat foto yang tersebar di media massa, sepertinya Fredrich lebih tua daripada Deisti. Boleh jadi karena dibayar atau lantaran mengharapkan sesuatu, Fredrich menaruh hormat begitu besar pada Deisti.

 

Fredrich Yunadi

Masih menurut Fredrich, “Ibu” – meminjam sebutan Fredrich —  menangis sebagai istri adalah hal yang wajar. Sebab, selama ini, dia biasa bersama dengan suami di atap yang sama. Tetapi kali ini, situasinya berbeda.

Ketika berada di dalam ruang pertemuan, Novanto juga diberikan makanan oleh “Ibu”. Hanya saja, Fredrich tidak mengetahui isi makanan itu karena enggan mengganggu keduanya santap pagi. “Tidak tahu, saya tidak ngecek. Lagian saya keluar sebentar lah, tidak enak,” ujar Fredrich Yunadi.

Deisti ternyata bukanlah istri pertama dari Setya Novanto. Mereka menikah setelah Setya Novanto bercerai dengan istri pertamanya, Luciana Lily. Bersama Deisti, Setya Novanto memiliki dua anak yaitu Giovanno Farrel Novanto dan Gavriel Putranto.

Deisti Astiani Tagor kabarnya adalah seorang sarjana hukum berdasarkan profil istri Setya Novanto di salah satu profile media online. Deisti juga punya aktifitas sosial. Kabarnya dia adalah Ketua Yayasan Komunitas Gerakan Peduli Anak Indonesia (Kugapai).

Sedangkan dengan Luciana Lily, Setya Novanto memiliki anak Reza Herwindo dan Dwina Michaella. Keduanya dipanggil oleh KPK, namun tidak hadir. Reza Herwindo adalah pemegang  saham  PT Mondialindo Graha Perdana. Perusahaan tersebut merupakan pemegang saham mayoritas dari PT Murakabi Sejahtera, salah satu perusahaan peserta proyek KTP-el.

Merka inilah yang dibela oleh pengacara Fredrich Yunadi. Bahkan Fredrich sesumbar akan menghantam siapa saja.

Sebagaimana diberitakan secara luas, dalam akun YouTube Najwa Shihab, Jumat 24 November 2017) yang juga dikutip berbagai media cetak mapun situs internet, pengacara Setya Novanto Fredrich Yunadi, menegaskan bahwa kliennya tidak pernah pura-pura sakit untuk menghindari proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi. Fredrich menegaskan, selamal berkiprah sebagai pengacara, ia tidak pernah meminta kliennya untuk pura-pura sakit demi menghindari proses hukum.

“40 tahun jadi pengacara saya tidak pernah pakai strategi seperti itu. Saya ini fighter. Siapapun saya hantam. Saya tidak pernah takut pada siapapun,” kata Fredrich seperti ditayangkan dalam akun YouTube Najwa Shihab, Jumat, 24 November 2017.

Fredrich tidak secara tegas menjawab berapa honor yang ia dapat dengan membela Setya Novanto. Namun Fredrich mengatakan, apabila membela orang besar, ia justru tidak mengharapkan bayaran. “Makin besar namanya, free. Karena akan angkat pamor saya kalau saya menang. Setelah saya menolong beliau, efeknya tidak bisa diduga,” ucap Fredrich.

Fredrich pun mencontohkan  pengalamannya saat membela Budi Gunawan pada 2015 lalu. Saat itu, Komjen Budi Gunawan yang dipilih Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Kapolri ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan rekening gendut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Fredrich selaku pengacara Budi lantas mengajukan praperadilan melawan KPK. Hakim tunggal Sarpin Rizaldi pun mengabulkan permohonan praperadilan dan membebaskan Budi dari status tersangka.

Joko Mardiko