Siti Masitha Ke Semarang Bukan Pulang Tapi Disidang

 

Mantan Wali Kota Tegal, Siti Masitha Soeparno telah  menandatangani berkas pelimpahan tiga kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemkot Tegal. Berkas penyidikan Bunda Sitha pundilimpahkan ke tahap penuntutan, hari ini, Jumat 22/12/2017.

Selanjutnya Siti akan berangkat ke Semarang, Jawa Tengah, bersama Jakasa dan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia tidak meneruskan perjalanan ke Tegal untuk pulang, melainkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.

“Mau ke Semarang, sidangnya di sana. Doakan ya,” singkat Bunda Sitha di pelataran Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (22/12/2017), usai menandatangani berkas.

Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, membenarkan berkas penyidikan Siti Masitha Soeparno dilimpahkan ke tahap penuntutan pada hari ini. “Benar. Pada hari ini dilakukan pelimpahan berkas dan tersangka ke penuntutan,” kata Priharsa  pada wartawan.

 

Siti terjerat kasus dugaan korupsi pengelolaan dana jasa kesehatan di RSUD Kardinah dan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Tegal Tahun Anggaran 2017. Siti ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Selasa petang, 29 Agustus 2017.

KPK telah menetapkan tiga tersangka, salah satunya Siti. Dua tersangka lainnya adalah Wakil Direktur RSUD Kardinah Kota Tegal Cahyo Supriadi (CHY) dan pengusaha Amir Mirza Hutagalung (AMZ). KPK menduga Amir adalah orang kepercayaan Wali Kota Tegal yang diduga sebagai pihak penerima.

KPK menjerat Wali Kota Tegal nonaktif Siti Masitha Soeparno dan Amir sebagai penerima suap dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab-Kitab Undang Hukum Pidana (KUHP). Sementara itu, Cahyo sebagai pihak pemberi suap dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.