Kontraktor Normalisasi Sungai Cikarang Kabur

Karena kontraktor yang melakukan pekerjaan normalisasi Sungai Cikarang tidak bertanggung jawab, warga Kampung Srengseng, Desa Sukamulya, menyandera sebuah alat berat. ”Dia kabur sebelum pekerjaan selesai,” kata salah seorang warga desa Sukamulya, sebut saja Udin

Dia bersama warga lainnya, mengaku kecewa dengan peroses normalisasi kali yang tidak sesuai dengan rencana. Kekecewaan waga memuncak ketika kontraktor memutuskan tidak melanjutkan normalisasi kali, higga akhirnya warga sekitar menyandra alat berat tersebut.

“Sayang sekali, pengerjaan Normalisasi yang seharusnya merapihkan sungai Cikarang, tapi hasilnya malahan membuat sampah semakin semraut, sampah berserahkan dimana-mana, dan pengerjaan sudah berhenti begitu saja,” ucapnya saat ditemui pers Minggu (17/12/2017).

Anggta Badan Permusyawaraha Desa (BPD) Desa Sukamulya, Dadang mengaku akan mengadukan masalah tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Bekasi.

Dia juga meminta CV.Putra Tunggal yang melakukan pengerjaan tersebut agar bertanggung jawab. ”Atas nama kelembagaan BPD Desa Sukamulya, kami akan mendatangin Dinas PUPR Kabupaten Bekasi guna memberikan surat terkait Normalisasi yang belum selesai, BPD minta agar Dinas PUPR Bidang PSDA agar bertanggung jawab masalah ini,” tandasnya.

Secara Ketua BPD Desa Sukamulya Madrawih berharap ada tanggung jawab dari pihak terkait. Dia juga sangat menyanyangkan, pekerjaan Normalisasi yang menelan anggran ratusan juta tersebut tidak sesuai harapan warga.

“Saya minta Dinas PUPR dalam hal ini bertanggung jawab atas gagalnya proyek Normalisasi, saya yakin ada kongkalikong antar oknum kontraktor dan Dinas. Karena sampai saat ini belum ada tanggapan, kalau bisa harus lihat ke lokasi Normalisasi, lihat keadaannya seperti apa setelah Normalisasi,” tutupnya

Namun kemudian, warga menyerahkan alat berar tadi ketika sejumlah aparat kepolisian mengambilnya, Sementara tanggungjawab kontraktor belum selesai.