Ketua KIP Kota Lhokseumawe :

Rumah Pintar Pemilu Sebagai Sarana Edukasi Pemilih

Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya didampingi Ketua KIP Kota Lhokseumawe, Syahrir M. Daud memegang salah satu bendera kecil parpol saat meninjau rumah pintar Pemilu di kantor KIP setempat, Selasa (12/12. (FOTO : JEFRY)

 

forumkeadilan.com – Aceh. Rumah pintar pemilu merupakan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat pemilih di Kota Lhokseumawe, karena menyajikan berbagai informasi tentang pemilu dan sejarah pemilu di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Lhokseumawe, Syahrir. M. Daud dalam kata sambutannya pada acara peresmian rumah pintar pemilu “Geunta Demokrasi” yang berlangsung di halaman kantor KIP setempat, Selasa (12/12).

“Rumah pintar pemilu bukan hanya milik KIP, namun milik masyarakat. Di sini masyarakat pemilih dapat mengakses berbagai macam informasi tentang Pemilihan umum (Pemilu), bahkan sejarah-sejarah Pemilu di Indonesia,” ujarnya.

Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya dalam sambutannya mengatakan, pemilu merupakan sebuah proses untuk menghasilkan wakil-wakil rakyat maupun pemerintahan  negara yang demokratis berdasarkan Undang-Undang Dasar 45 dan juga berdasarkan Pancasila. Lebih jauh, tujuan pelaksanaan pemilu adalah untuk memperkuat sistem ketatanegaraan dan mewujudkkan pemilu yang berkualitas.

Karenanya, kata dia, diperlukan sebuah wadah yang dapat memfasilitasi informasi sekaligus sebagai sarana edukasi kepada masyarakat pemilih untuk dapat lebih jauh memahami dan mengetahui akan arti penting pemilu itu sendiri. Yaitu dengan adanya Rumah Pintar Pemilu dapat menjawab berbagai persoalan edukasi dan informasi pemilu

“Kehadiran rumah pintar pemilu juga diharapkan dapat menjadi  sarana betapa pentingnya demokrasi dan mampu mananamkan kesadaran berdemokrasi kepada seluruh masyarakat yang sudah memiliki hak pilih. Sehingga akan meningkatkan partispasi pemilih baik secara kuantitas dan juga kualitas,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua KIP Provinsi Aceh, Ridwan Hadi, SH pada kesempatan tersebut juga mengharapkan agar rumah pintar yang diresmikan tersebut dapat bermanfaat sebagai sarana informasi bagi pemilih pemula.

“Sebagai contoh, Pilkada serentak sudah tiga kali dilakukan di Kota Lhokseumawe dan Suaidi Yahya (walikota Lhokseumawe) merupakan salah seorang saksi sejarah yang sudah tiga kali juga terpilih. Pertama sebagai wakil walikota, kedua sebagai walikota dan saat ini terpilih lagi untuk periode kedua sebagai walikota. Sejarah inilah yang harus disajikan di rumah pintar pemilu ini agar pemilih pemula tau sejarah Pilkada di Kota Lhokseumawe,” jelasnya.

Peresmian rumah pintar Pemilu ini dilakukan oleh Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya dan Ketua KIP Provinsi Aceh, Ridwan Hadi, SH juga disaksikan oleh unsur Muspida Kota Lhokseumawe serta pengurus partai politik (Parpol). (Jefry)