Biar Terganjal Sidang Tipikor, Kuasa Hukum Setya Novanto Tetap Ingin Praperadilan Diteruskan

 

Hakim tunggal praperadilan Kusno mempertanyakan kepada pihak pemohon, yakni Setya Novanto. Kusno mengingatkan kepada kuasa hukum Setya Novanto, yakni Ketut Mulya mengenai waktu putusan praperadilan yang terganjal oleh sidang perkara Setya Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Sebab, putusan persidangan praperadilan Setya Novanto dijadwalkan pada Kamis 14 November 2017 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Tanggal tersebut lebih lambat sehari dari sidang perkara korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor.

“Apa kira-kira ada gunanya perkara ini dilanjutkan sampai tanggal 14 desember 2017. Kalau tidak ada gunanya, kira-kira jalan keluarnya gunanya apa?” ucap hakim tunggal Kusno di ruang sidang PN Jakarta Selatan, Jumat (8/12/2017).

Menurut Kusno, apa yang disampaikan dirinya kepada pemohon hanya sebatas saran. Sebab itu, pihaknya meminta pihak pemohon untuk mempertimbangkannya.

“Apa yang saya sampaikan bukan perintah tapi saran. Kalau kita lihat 13 Desember, itu acara di mana, 12 dan 13 giliran pihak termohon dan pemohon menghadirkan saksi,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Setya Novanto, Ketut Mulya Arsana mengatakan, bahwa pada prinsipnya pihaknya akan tetap melanjutkan karena menyangkut hak asasi kliennya.

“Soal apa praperadilan ini bermanfaat dilanjutkan atau tidak karena kami pemohon ini menyangkut hak asasi harus dilanjutkan sampai pada tahap akhir,” ujar  Ketut.