Bentrok Warga Bekasi Dan Kelompok Pemabok, Seorang Tewas

Sekitar pukul 01.30 WIB Minggu 17/12/2017 seorang pedagang makanan bernama Bambang menegur sekelompok pemuda asal Perumahan Tytyan Kencana yang sedang mabuk minuman keras (miras).

Namun, kelompok tersebut merasa tidak senang dengan perlakuan itu sehingga melawan dan membuat masyarakat setempat resah.

Bambang kemudian melapor ke rekannya bernama Dadang yang diketahui menjabat sebagai ketua salah satu ormas di daerah itu.

Dadang bersama temannya, Sugianto (35), bergegas ke lokasi untuk melerai kesalahpahaman antara kelompok ormas dengan warga Tytyan Kencana.

Tapi niatan itu justru berbuntut pertikaian fisik saat salah satu pelaku memukul dengan gelas kaca yang sudah dipecahkan ke arah Sugianto hingga mengalami luka di wajah. “Oleh rekannya, Sugianto dibawa ke klinik terdekat untuk mendapat perawatan,” kata Kepolisian Resor Metro (Kapolrestro) Bekasi Kota Kombes Pol Indarto di Bekasi.

Aksi balas dendam pun dilakukan anggota kelompok Sugiarto dengan mendatangi `tongkrongan` korban di Perumahan Tytyan Kencana, Bekasi Utara.

“Saat itu terjadi pertikaian yang menewaskan korban bernama Lim Eng Sam (39) akibat luka bacokan di sekujur tubuh. Korban tewas sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Ananda, Kecamatan Medansatria karena mengalami luka yang sangat parah,” kata kapolrestro.

Bentrokan terjadi di sekitar ujung jembatan yang menghubungkan Perumahan Tytyan Kencana dengan Kelurahan Harapan Jaya.

Bentrokan itu sempat terdeteksi oleh Polsek Bekasi Utara yang langsung mengamankan lokasi bentrokan dan memecah konsentrasi massa dengan gas air mata.

Upaya anggota rupanya sia-sia, karena jumlah massa dari kelompok Tytyan Kencana. Mereka kemudian menyerang pemuda itu di depan perumahan dengan bersenjatakan celurit.

“Korban Lim yang berada di barisan paling depan terkena luka sabetan di sekujur tubuh. Rekan korban, Noval Adam (20) mengalami luka sobek di bagian hidung sampai mengeluarkan darah dan Deni (34) mengalami bocor di bagian kepala akibat terkena lemparan batu,” katanya.

Seorang anggota Polsek Bekasi Utara Brigadir Sugeng juga mengalami luka memar di bagian pipi kanan karena terkena lemparan batu ketika mencoba meredam bentrokan. “Saat ini pengamanan di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) sudah kita pertebal dengan bantuan Brimob Polda Metro Jaya dan TNI,” katanya.

Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota, Jawa Barat, memerisa 15 saksi untuk insiden  bentrokan dua kelompok masyarakat di Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, yang menewaskan seorang warga itu.

“Kami masih memeriksa 15 orang yang diamankan penyidik dalam kasus tawuran itu. Keterangan mereka digali untuk mengetahui motif bentrokan kedua kelompok,” kata Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto di Bekasi.