Banjir Landa 23 Kecamatan di Aceh Utara

Ribuan Warga Dievakuasi

Salah satu lokasi di Kecamatan Lhoksukon yang terendam banjir. (FOTO : JEFRY)

forumkeadilan.com – Aceh. Banjir melanda Kabupaten Aceh Utara dan terus meluas, sebelumnya hanya 19 kecamatan, kini bertambah 23 kecamatan ikut terendam dengan ketinggian air bervariasi antara 30 centimeter sampai 1,5 meter Akibatnya, puluhan ribu warga terpaksa dievakuasi ke barak pengungsian.

 Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Munawar kepada forumkeadilan.com, Selasa (5/12) mengatakan, banjir tersebut terjadi sejak tanggal 1 Desember 2017 dan terus meluas, awalnya hanya merendam beberapa kecamatan, kemudian menjadi 16 kecamatan, 19 kecamatan dan akhirnya 23 kecamatan.

Menurutnya, banjir yang nyaris melanda seluruh kecamatan di Aceh Utara ini akibat meluapnya air sungai Krueng Keureuto,  sungai Krueng Pase,  sungai Buloh dan air sungai Tanah Jambo Aye dengan ketinggain air  30 sampai 1,5 meter, pihak BPBD pun menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari.

Data yang berhasil dihimpun pihak BPBD setempat, wilayah yang dilanda banjir  yaitu, Kecamatan Seunuddon, Baktiya, Baktiya Barat, Tanah Jambo Aye, Tanah Luas, Nisam Antara, Muara Batu dan Sawang.

“Kemudian Kecamatan Langkahan, Samudera, Meurah Mulia, Syamtalira Aron, Lapang, Geureudong Pase, Simpang Keuramat, Syamtalira Bayu, Paya Bakong,  Dewantara, Cot Girek dan Kecamatan Banda Baro. Kawasan yang paling parah terkena dampak banjir yakni, Kecamatan Lhoksukon, Matangkuli dan Pirak Timu,” ujarnya.

Akibat banjir ini, kata dia, pihaknya terpaksa melakukan evakuasi terhadap warga dengan menggunakan perahu karet yang dilakukan tim SAR bersama TNI, Polri, RAPI IPSM, Tagana dan sejumlah pihak lainnya. Data sementara jumlah pengungsi di sejumlah titik sudah mencapai 33 ribuan dan kemungkinan akan terus bertambah.

“Kami juga mendistribusikan  logistik dari Dinas Sosial berupa beras, mie instan, air mineral, sementara  peralatan untuk evakuasi dari BPBD dan instansi terkait. Sedangkan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) berupa sembako juga telah tiba,”ujarnya.

Saat ini, tambah Munawar, kebutuhan pengungsi di pos pengungsian berupa kain sarung, mukena, baju sekolah, tas sekolah, buku tulis. baju daster, baju anak2,  perlengkapan bayi. handuk, air bersih, obat-obatan, medis,  logistik dan sembako. Selain itu, pihaknya terus melakukan koordinasi  dengan Dinas Sosial dan Instansi terkait untuk pemenuhan logistik dan mendata infrastruktur yang rusak.(Jefry)