Apartemen Pakubuwono Spring Minta Tiga Nyawa

Sekurangnya ada enam pekerja proyek yang mengalami kecelakaan kerja pada proyek pembangunan Apartemen Pakubuwono Spring Jalan Teuku Cut Nyak Arief, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa 26/12/2017.

Enam pekerja yang tertimpa musibah itu bernaung di PT Tunas Jaya Sanur. Mereka sedang mengerjakan fabrikasi kayu (plafon) di area podium. Ada pula dua orang pekerja sedang mengerjakan pengecetan di bagian belakang.

Dari informasi yang diperoleh, ketika sedang bekerja, sekitar pukul 20.15 WIB, tiba-tiba bangunan area podium mengalami patah atau roboh pada bagian tepi podium. Hal tersebut membuat pekerja bangunan yang berada di bawahnya tertimpa reruntuhan bangunan. Runtuhan itu menimpa enam pekerja, tiga mengalami luka-luka dan tiga meninggal dunia tertimbun bangunan,

Pengawas langsung melakukan pertolongan kepada korban yang mengalami luka untuk dibawa ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Dua pekerja meninggal di lokasi dan satu pekerja meninggal di RS.

Polisi hingga kini masih melakukan pemeriksaan terkait insiden kecelakaan kerja di proyek pembangunan tersebut. Polisi juga melakukan pemeriksaan beberapa saksi yakni, Sigit sebagai pengawas, dan Kurmen seorang petugas safety dari PT Tunas Jaya Sanur.

Untuk identitas korban luka, mereka adalah Aris Suryanto bin Sumadi mengalami luka patah pada pergelangantangan kiri dan kaki kanan, Muklas mengalami luka sobek di kepala sebelah kiri dan harus dijahit tujuh tujuh jahitan, Idris bin Sohari mengalami luka lecet di ketiak kiri dan kanan, serta luka sobek di kaki sebelah kiri. Sedangkan korban meninggal adalah Adi alias Bima, Khoirul Ma’sum, dan Dedi Irawan.

Kini petugas Polres Metro Jakarta Selatan mendalami dugaan faktor kelalaian proyek Apartemen Pakubowono Spring yang menewaskan tiga pekerja dan melukai tiga orang lainnya akibat beton ambruk. “Kita bisa persangkakan Pasal 359 KUHP dan Pasal 360 KUHP,” kata Kepala Bidanv Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta Rabu, 27/12/2017.

Argo menyebutkan penyidik kepolisian akan meminta keterangan sejumlah saksi termasuk penanggung jawab proyek, pengembang, serta pekerja yang menjadi saksi di lokasi.

Sejauh ini, Argo menuturkan polisi telah meminta keterangan dari dua saksi dan olah tempat kejadian (TKP) guna mengembangkan kronologis peristiwa kecelakaan kerja tersebut.

Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan akan menyerahkan hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik untuk mengetahui penyebab robohya plafon beton tersebut. Argo mengungkapkan polisi memerlukan kepastian struktur, spesifikasi bangunan dan keselamatan kerja termasuk jam pengerjaan proyek karena kejadian tersebut pada malam hari.