Tersangka Korupsi Air Bersih Kabubaten Berau Kalimantan Utara

Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) menetapkan tiga tersangka dugaan korupsi penyediaan sarana air bersih perkotaan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Berau, Kalimantan Utara, tahun anggaran 2007-2010 yang merugikan keuangan negara Rp35 miliar.

“Tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi itu,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung M Rum di Jakarta, Kamis 30 November 2017 malam.

Ketiga tersangka itu, CAD pekerjaan Karyawan BUMN berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-43/F.2/Fd.1/10/2017 tanggal 18 Oktober 2017 dan SB pekerjaan Wiraswasta berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-44/F.2/Fd.1/10/2017 tanggal 18 Oktober 2017.

Serta CAO pekerjaan Swasta berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-45/F.2/Fd.1/10/2017 tanggal 18 Oktober 2017.

Penyediaan sarana air bersih perkotaan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Berau (Multi Years) bersumber dari APBD pada kegiatan tahap I senilai Rp96 miliar dan tahap II Rp133 miliar Tahun Anggaran 2007-2010.

Kegiatan pada Kamis (30/11), penyidik melakukan pemeriksaan terhadap saksi Hari Respati pekerjaan Manager Divisi Sipil Umum PT Wijaya Karya.

“Saksi menerangkan mengenai perjanjian internal antara PT Wijaya Karya dengan PT Karka Arganusa,” katanya.

Sebanyak 27 saksi sudah diperiksa oleh penyidik JAM Pidsus termasuk satu orang ahli dimintai keterangan.