Sigap Sekali Polisi Menangkap Warga Yang Diadukan Setya Novanto

Pada Selasa (31/10/2017) terjadi penangkapan atas warganet bernama Dyan di rumahnya, Tangerang, atas dugaan tindakan pencemaran nama baik terhadap Setya Novanto.

Perempuan berusia 29 tahun itu kini berstatus tersangka dan dijerat pasal 27 ayat 3 Undang-undang No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana pasal 45 ayat 3 UU ITE maksimal 4 tahun penjara dan atau denda Rp750 juta.

Dyaan Kemala Arrizzqi, ditangkap Bareskrim Polri karena dianggap menyebar meme soal Setya Novanto dengan tuduhan pencemaran nama baik dan penghinaan melalui media sosial. Selain itu, Setya Novanto juga melaporkan 32 akun media sosial Facebook untuk tuduhan serupa.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan meme tentang Setya Novanto, Ketua DPR RI, yang beredar di internet tidak perlu diproses hukum.

“Kalau semua meme itu harus diadili, capek nanti pengadilan. Karena begitu banyak, itu semacam karikatur, berekspresi,” kata Kalla, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa.

Hal tersebut disampaikan Kalla terkait langkah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto yang melaporkan pelaku meme atau sejenis karikatur tersebut ke Bareskrim Polri dengan tuduhan pencemaran nama baik dan penghinaan melalui media sosial.

Menurut Kalla, hal yang lebih penting daripada memproses hukum meme tersebut adalah memberikan penjelasan yang lengkap terkait penyakit yang diderita oleh Setya Novanto tersebut. Menurutnya, dokter yang merawat Setya Novanto di RS Premier Jatinegara bisa memberikan penjelasan.

“Tapi yang paling pokok di sini adalah kasus ini harus ada penjelasan dari dokter. Dokter harus menjelaskan, bahwa memang dia (Setnov) sakit,” ujar Kalla.

Beberapa waktu lalu, Setnov sempat dikabarkan menjalani perawatan karena sejumlah penyakit yang diderita di RS Premier Jatinegara, Jakarta Timur. Setya Novanto dirawat sejak akhir September hingga awal Oktober 2017.

Pada 2 Oktober 2017, Setya Novanto telah meninggalkan rumah sakit, beberapa hari setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan praperadilan terkait dugaan korupsi pengadaan KTP-Elektronik.