Setya Novanto Tetap Ketua Umum Golkar, Kuasa Hukumnya Yakin Menang Praperadilan Lagi

Ketua Harian Golkar,  Nurdin Halid menyatakan bahwa Rapat pleno  Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar mempertahankan Seoa Novanto sebagai Ketua Umum Golkar dan ymemutuskan Sekjen Idrus Marham menjadi pelaksana tugas (pelaksana tugas) ketua umum. Idrus bakal mengemban tugas sebagai ketua umum hingga sidang praperadilan yang diajukan Setnov diputus oleh majelis hakim.

Pertama, menyetujui Idrus Marham sebagai pelaksana tugas ketua umum sampai adanya keputusan praperadilan,” ucap Nurdin saat membacakan hasil sidang pleno di kantor DPP Golkar, Jakarta, selasa (21/11).

Hasil rapat pleno yang kedua adalah apabila gugatan Setnov memenangkan sidang praperadilan, maka jabatan pelaksana tugas ketua umum dinyatakan berakhir. Dengan kata lain, Setnov akan kembali bertugas sebagai ketua umum dan Idrus kembali bertugas menjadi sekjen.

Hasil rapat pleno ketiga yakni apabila praperadilan Setnov ditolak majelis hakim, pelaksana tugas ketua umum bersama ketua harian menggelar rapat pleno.

Agenda rapat pleno tersebut yaitu meminta setnov untuk mundur dari jabatan ketua umum. Namun apabila Setnov tidak bersedia menanggalkan jabatannya sebagai ketua umum, maka rapat pleno harus memutuskan digelarnya musyawarah nasional luar biasa (munaslub).

Hasil rapat pleno yang keempat adalah Idrus selaku pelaksana tugas ketua umum harus bersinergi dengan Nurdin Halid selalu ketua harian, para koordinator serta bendahara umum dalam membut strategi menjalankan kerja-kerja politik.

Kelima, posisi sebagai Ketua DPR RI menunggu putusan praperadilan,” ucap Nurdin sambil mengetuk palu tanda ditutupnya rapat pleno.

Hasil rapat pleno yang kedua adalah apabila gugatan Setnov memenangkan sidang praperadilan, maka jabatan pelaksana tugas ketua umum dinyatakan berakhir. Dengan kata lain, Setnov akan kembali bertugas sebagai ketua umum dan Idrus kembali bertugas menjadi sekjen.

Sementara itu, kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi optimistis kliennya mampu kembali memenangkan proses praperadilan jilid II melawan Komisi Pemberantasan Korupsi. Praperadilan Setnov yang kedua digelar pada 30 November mendatang.

Fredrich memprediksi hasil praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan berpihak pada Setya Novanto seperti proses praperadilan jilid I pada akhir September lalu.

“Kalau kami bilang ya seperti praperadilan yang lalu. Kenapa begitu, setiap orang kalau berperkara kan harus optimis. Kalau tidak optimis ya tidak usah ajukan,” ujar Fredrich kepada wartawan di Gedung KPK, Senin dini hari (20/11).