Presiden Direktur PT Nyonya Meneer Dituduh Menggelapkan Iuran BPJS Buruh

Presiden Direktur PT Nyonya Meneer Charles Saerang dituduh tidak menyetorkan iuran BPJS  karyawan. Perbuatan kriminal tersebut terjadi sejak 2011 hingga 2017 dengan nilai diperkirakan mencapai Rp13 miliar.

Tuduhan itu terungkap ketika ia dilaporkan oleh para pegawai Nyonya Meneer ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah.

Menurut Kuasa hukum pegawai PT Nyonya Meneer, Yetty Any Ethika, dugaan penggelapan tersebut sudah dilaporkan sejak Mei 2017 dan saat ini masih dalam penyelidikan.

Ada 82 buruh Nyonya Meneer yang diwakilinya melaporkan Charles Saerang atas penggelapan uang iuran BPJS senilai Rp622 juta. “Laporan ini mewakili 82 buruh, tapi total buruh yang potongan iurannya tidak disetorkan mencapai sekitar 1.300 orang,”  kata Yetty Any Ethika, di Semarang, Kamis, 30/11/2017..

Menurut Yetty,  sejumlah bukti berkaitan dengan potongan iuran tersebut telah disampaikan ke penyidik, seperti slip gaji para buruh yang ada bukti potongan iuran.

Ia mengharapkan bos PT Nyonya Meneer itu memiliki itikad baik untuk mengembalikan uang yang digelapkan itu. “Itu hak buruh, dipotong dari gaji buruh,” katanya.

Sekedar mengingatkan PT Nyonya Meneer adalah produsen jamu tradisional cap potret Nyonya Meneer. Beberapa kali para buruh perusahaan itu melakukan unjuk rasa untuk menuntut hak mereka.