Perintah Ketua Umum PBNU: KPK Harus Dilindungi Dari Berbagai Serangan

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menegaskan masih dibutuhkannya KPK. Pemerintah diminta memastikan KPK tidak diganggu.

“Di bidang politik dan pertahanan, KPK masih diperlukan keberadaanya dan perlu dilindungi dari serangan berbagai pihak. Pemerintah perlu mengonsolidasikan kekuatan dalam upaya pemberantasan korupsi. Namanya Jihad pemberantasan korupsi,” ujar Said Aqil pada penutupan Musyawarah Alim Ulama Nahdlatul Ulama (NU) di Lombok, NTB, Sabtu (25/11/2017).

Bukan kali ini saja Said Aqil berkata begitu. Juli lalu ia mendatangi Gedung KPK. Said datang bersama putri Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid dan sejumlah pengurus PBNU lainnya.

Mereka datang untuk mendukung upaya pemberantasan tindak pidana korupsi.

“NU sudah ada kesepakatan dengan KPK untuk mengadakan jihad melawan korupsi. Sama dengan kami MoU dengan BNN, jihad melawan narkoba. Jadi sebenarnya ini kewajiban kita semua,” ujar Said Aqil di Gedung KPK, Kuningan Persada, Selasa (11/7/2017).

Sementara Yenny Wahid mengatakan, kedatangannya untuk mendukung penuh KPK. Dia tak ingin ada upaya pelemahan terhadap pemberantasan korupsi dalam segi apapun.

“Justru fungsi dan peran KPK harus diperkuat, sehingga cita-cita kita bersama bangsa Indonesia untuk tidak ada korupsi di negara ini bisa tercapai,” kata Yenny Wahid.

Said Aqil dan Yenny pun siap bertemu dengan pimpinan KPK untuk memberikan dukungan moril dan politis. “Kami ingin memberikan dukungan moral, dukungan politis juga,” kata Yenny Wahid ketika itu.