Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin Siap Amankan Pilkada 2018

 

Surabaya. Rabu 22/11/2017. Pemilihan Kepala Daerah di Jawa Timur akan segera berlangsung dan membutuhkan pengamanan maksimal, mengingat kawasan tersebut cukup mudah bergejolak bila berlangsung pilkada.

Namun Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur sudah siap untuk melakukan pengamanan maksimal. “Persiapan kami sudah sangat matang, kami sudah komunikasi dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, para kyai, tokoh agama, tokoh masyarakat dan ormas. Besok pilkada pun Pilkada digelar InsyaAllah kami sudah siap,” ujar Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Machfud Arifin kepada wartawan di Mapolda Jatim, Rabu, 22/11/2017.

Mantan Kadiv TI Polri ini menerangkan setiap waktu pihaknya berupaya agar bagaimana kondisi suasana di Jawa Timur ini, aman, nyaman, rukun dan tentram setiap hari.

“Kondisi suasana Jawa Timur kami upayakan aman dan rukun. Dengan konjen-konjen (KonsulatJenderal) negara-negara sahabat juga kami sudah komunikasi, silahkan turis-turis datang berwisata, berinvestasi, Jatim aman nyaman dan tentram,” tuturnya.

Saat ditanyakan mengenai berbagai pembangunan yang masih terlihat di lingkungan Polda Jatim? Kapolda menerangkan, pembangunan sengaja dilakukan demi pelayanan kepada masyarakat.

“Iya, sengaja kami lakukan pembangunan berbagai sarana untuk pelayanan kepada masyarakat. Juga kami bangun taman, air mancur agar lingkungan polda ini asri dan sejuk. Lantai 6 nanti ada Command Center, nuansa pelayanan prima, masyarakat nyaman, tidak takut, jadi berani melapor,” paparnya.

Machfud menambahkan, pembangunan juga dilakukan untuk tempat ibadah. “Masjid kami bangun lebih indah, juga kami buka untuk akses bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan Polda Jawa Timur ini adalah Polda yang menjadi acuan. “Polda Jatim ini menjadi acuan,” ujarnya disela makan siang bersama wartawan media dari Jakarta, dan menambahkan perlunya dewan pers merealisasikan agar orang-orang yang mengaku jurnalis namun tidak berbadan hukum, agar ditindak.

“Jadi banyak nih yang mengaku pers, modal buat web sejuta setengah rupiah saja dan buat kartu pers sudah mengaku wartawan. MoU dewan pers dengan kepolisian ya tolong dijalankan. Menjadi wartawan kan tidak mudah, ada proses yang harus dilalui, saya tujuh tahun dengan berbagai media,” ujar Frans barung.

Musrifah