Jumlah Pengungsi Dari Daerah Rawan Gunung Agung Terus Meningkat

Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bali, mencatat telah menampung 6.232 orang pengungsi Gunung Agung yang tersebar pada tiga kecamatan di daerah itu hingga Selasa pukul 17.00 WITA.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung, Putu Widiada, di Posko GOR Swecapura, Kota Semarapura, mengatakan kedatangan jumlah pengungsi di Klungkung diyakini terus bertambah karena status Gunung Agung terus mengalami letusan (Level IV atau Awas).

“Data ini akan terus meningkat dan 2-3 hari kedepan baru kami bisa pastikan jumlahnya secara akurat,” ujar Putu Widiada.

Sebelum terjadi letusan Gunung Agung pada Sabtu (25/11) lalu, total pengungsi di Klungkung mencapai 3.135 jiwa dan saat terjadinya letusan/erupsi bertambah mencapai 3.067 jiwa, sehingga saat ini totalnya mencapai 6.232 jiwa.

“Mereka sebagian besar berasal dari Desa Muncan yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) II dan Desa Sebudi KRB III,” ujar pria asal Desa Penebel, Kabupaten Tabanan itu.

Ia menerangkan, jumlah pengungsi yang terbesar terdapat di Posko GOR Swecapura yang saat ini berjumlah 1.085 jiwa, meningkat dari sebelumnya yang hanya 577 jiwa.

“Pengungsi lainnya tersebar pada 44 posko. Untuk daya tampung di GOR sampai tiga ribuan. Masih banyak tempat,” katanya.

Sementara itu, pengungsi lainnya ada yang tinggal di balai banjar yang tersebar di sejumlah desa. Pihaknya juga menduga masih ada yang belum terdata lantaran tidak melapor ke posko patugas.

Terkait pendirian tenda, sampai saat ini masih ada delapan unit. Dari BPBD juga belum ada langkah untuk melakukan penambahan. “Itu masih menunggu perkembangan situasi,” katanya.