Idrus Marham Ditetapkan Jadi Plt Ketua Umum Golkar

 

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono menetapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Golkar Idrus Mahram sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum (Ketum) menggantikan Setya Novanto (Setnov) yang saat ini masih menjalani proses di Komisi Pemeriksaan Korupsi (KPK).

“Kami mendukung usulan Ketua Umum DPP Partai Golkar yang telah menunjuk saudara Idrus Mahram sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum,” kata Agung di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (20/11).

Kabar penunjukkan Idrus tersebut tertuang dalam Keputusan Rapat Pleno ke-15 Dewan Pakar Golkar, Senin (20/11/2017).

Dalam surat yang diteken Ketua Dewan Pakar Agung Laksono dan Sekretaris Ganjar Razuni itu, penunjukkan Plt. Ketua Umum beralasan untuk menyelamatkan kehidupan partai serta kepentingan bangsa dan negara.

Ada empat poin yang menjadi catatan Dewan Pakar dalam surat tersebut. Pertama, meminta KPK bersikap adil dan tidak tebang pilih dalam melakukan penegakan hukum kasus KTP elektronik.

Kedua, mengusulkan kepada DPP Golkar agar menyelenggarkan agenda munaslub bersifat tunggal yaitu memilih dan menetapkan Ketua Umum DPP Golkar.

Ketiga, mendukung usulan Ketua Umum Partai Golkar yang telah menunjuk Idrus Marham sebagai Plt. untuk segera menggelar munaslub. Juga mengusulkan calon Sekjen Partai Golkar pengganti Idrus Marham masing-masing  Agus Gumiwang, Lamhot Sinaga dan Sarmuji.

Keempat,  Dewan Pakar sedang mempersiapkan usulan tata cara pemilihan ketua umum yang baru dengan menghindari politik uang.

Agung menuturkan, Idrus telah menyampaikan kepadanya terkait keinginan Setya tersebut. “Tadi pagi, Pak Idrus ke rumah saya, melaporkan bahwa mendapat mandat jadi Plt (pelaksana tugas) Ketua Umum Golkar oleh Pak Novanto,” tuturnya di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta pada Senin, 20 November 2017.

Ia percaya kepada apa yang disampaikan Idrus soal usulan dari Setya, meski tidak melihat langsung surat usulan yang ditandatangani oleh Ketua Umum Partai Golkar. Saat ini, Setya mendekam di Rutan Klas 1 Cabang KPK. “Saya dalam posisi positif thinking, saya percaya,” kata Agung.

Agung mengungkapkan Idrus kerap datang menemuinya untuk berkonsultasi dan meminta pandangan. Terkait soal surat usulan Setya, ia meminta awak media menanyakan langsung kepada Idrus. “Nanti kalian bisa tanyakan kepada yang bersangkutan. Masa dia berani bohongin saya,” ujarnya berseloroh.

Idrus, kata Agung, tak mengatakan kapan Setya melontarkan usulan soal penunjukkan Plt Ketua Umum Golkar. Ia memperkirakan, Setya menyampaikan hal itu pada pekan lalu sebelum mengalami kecelakaan dan ditahan KPK. “Secara detail tidak (disampaikan kapan). Tapi, ketika dia masih bisa berkomunikasi, hari-hari sebelum dia ditahan. Minggu lalu, saya kira,” katanya.