Dua Tersangka Dugaan Korupsi Tugu Antikorupsi Ditahan Kejati Riau

 

Sejumlah warga di ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru, mengaku ‘sangat malu’ terhadap dugaan korupsi yang melibatkan belasan orang pegawai negeri sipil (PNS) dalam proyek pembangunan tugu antikorupsi di kota tersebut. Beberapa orang warga kota itu bahkan mengaku ‘sulit untuk mempercayai’ pejabat di wilayah itu, apalagi sebelumnya terbukti beberapa pejabatnya dipenjara karena kasus korupsi.

Kejaksaan Tinggi (Kejati)  Riau telah menetapkan 18 tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek tugu tersebut, diantaranya adalah 12 orang PNS dan seorang staf ahli gubernur Riau.

Rabu, 29/11/2017, Kejat) Riau  melakukan penahanan terhadap tersangka kasus korupsi Tugu Antikorupsi di ruang terbuka hijau (RTH) di Pekanbaru. Hari ini dua tersangka dilakukan penahanan.

“Hari ini ada dua tersangka korupsi RTH yang kita lakukan penahanan. Keduanya insial DAS eks Kepala PU dan seorang wanita inisial YJB dari swasta,” kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Sugeng Riyanta kepada wartawan Rabu (29/11/2017).

Sugeng menjelaskan, keduanya sejak pagi dilakukan pemeriksaan. Usai pemeriksaan, keduanya langsung dikenakan rompi tahanan.

Tugu antikorupsi, yang didirikan untuk mengingatkan agar PNS lebih melayani masyarakat dan bersikap transparan, belakangan diketahui proyek pembangunannya diduga korupsi sehingga merugikan negara hingga mencapai Rp 1,23 miliar.

“Sebagai orang Riau, saya sangat malu. Ini jelas bukan budaya kita orang Melayu,” kata seorang warga Pekanbaru, Efridel, yang berusia 47 tahun, kepada wartawan di Pekanbaru, Dina Febriastuti.

Sementara, Dede, seorang mahasiswa berusia 22 tahun mengatakan, terungkapnya skandal dugaan kopupsi ini merupakan sebuah ironi. “Ibaratnya, (pendirian tugu) itu adalah hadiah dari KPK atas ‘kemenangan’ Riau yang selalu mencetak pemain-pemain handal dalam korupsi. Namun, dengan ditanamkannnya tugu itu, tak membuat mereka jera dan sadar. Malah, Tugu Antikorupsi dikorupsi,” katanya.

Betapa tidakl? Anggaran untuk pembangunan proyek senilai Rp 8 miliar itu berasal dari Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Riau 2016.

Sejumlah laporan menyebutkan, Tugu antikorupsi diresmikan pada Jumat, 9 Desember 2016, bertepatan dengan hari antikorupsi di Pekanbaru, Riau.

Pembangunan tugu itu semula ditujukan sebagai pengingat agar semua PNS di provinsi itu mengedepankan aspek pelayanan dan bersikap transparan. Namun dengan terungkapnya kasus dugana korupsi di balik proyek ini, seorang warga Pekanbaru kembali menuntut agar semua pemangku jabatan di Riau bersikap transparan tentang anggaran.”

Proyek RTH dengan tugu antikorupsi ini menelan dana sekitar Rp 8 miliar dengan kerugian negara Rp 1,23 miliar. Malah proyek ini diresmikan Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman yang dihadiri Ketua KPK, Agus Rahardjo, Jaksa Agung M Prasetyo dalam acara Hari Anti Korupsi Indonesia (HAKI) akhir tahun 2016 lalu.