Dua Pejabat PT Timah Diperiksa Penyidik Terkait Dugaan Penyelewengan Dana CSR

Forumkeadilan.com, Pangkalpinang– Direksi SDM dan Umum PT Timah, Abrum dan kabid CSR, Ali Samsuri, Rabu (29/11/2017) mendatangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) guna menjalani pemeriksaan terkait perkara dugaan penyalahgunaan penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di PT Timah TBK senilai Rp 23 miliar.

Pemeriksaan terhadap kedua pejabat PT Timah itu disampaikan langsung oleh Kajati Babel, Aditia Warman kepada wartawan, Selasa (28/11/2017) usai sholat Dzuhur di gedung Kejati. “Saya dapat laporan hari ini, ada pemeriksaan di Pidsus yakni Kabid CSR PT Timah. Pemeriksaan terkait dugaan penyalahgunaan dana CSR pada tahun 2015 silam,” ungkap Aditia Warman.

Aditya yang belum genap 100 hari menjabat Kajati Babel ini menjelaskan, penyelidikan terhadap dugaan penyalagunaan dana CSR PT Timah itu berawal dari laporan informasi (LI) yang masuk ke Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung. “Untuk penyelidikan awal ada temuan penyelewengan dana CSR sebesar Rp 500 juta untuk di Kabupaten Bangka Barat. Sedangkan untuk dana lainnya masih dalam proses lid (penyelidikan). Kami lagi mendalami siapa-siapa yang mendapat dana CSR sebesar Rp 23 miliar tahun 2015. Ya banyak yang menerima dana tersebut, ada yang dari proposal, ada OKP (Organisasi Kepemasyarakatan dan Pemuda, red),” bebernya.

Aditia Warman menegaskan dikepemimpinannya sebagai Kajati Babel dirinya tetap akan melakukan penindakan tegas terhadap para pelaku korupsi jika terbukti secara sah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi. Dirinya tidak akan tebang pilih dalam melakukan penindakan kendati ada pencegahan, penindakan juga tetap akan dilakukan. ” Pencegahan itu jangan dimaknai tidak ada penindakan, pencegahan tetap dilakukan penindakan dan itu harus selaras,” tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum Ali Samsuri dan Abrum dari A&Z Law Office, Abdillah  membenarkan kalau kedua kliennya itu mendatangi Kejati guna menjalani pemeriksaan. “Hari ini klien kami memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi guna menjalani pemeriksaan. Keduanya diperiksa dari jam 10.00 WIB hingga sore.  Terkait pemanggilan kejaksaan artinya ada dugaan tapi kita harus buktikan bahwasanya apa yang disangkakan itu atau diduga itu harus ditampilkan sesuai bukti-bukti yang ada. Bahwasanya itu sesuai memang dengan prosedur, kira-kira itu,” aku Abdillah.

Kajati Babel, Aditia Warman SH MH (Romli Muktar)

Abdilah mengklaim sejauh ini kedua kliennya itu tidak melakukan pelanggaran dalam perkara dugaan penyimpangan dana CSR.

”Kalau dari pihak PT Timah sendiri memang tidak ada pelanggaran, namun penyalahgunaannya oleh penerima dana itu. Seperti kejadiannya di Bangka Barat tahun 2015 kan yang menjadi tersangka abang Faisal. Tapi dari PT Timah sendiri untuk saat ini belum ada,” katanya.

Diakui Abdillah, untuk anggaran  CSR tahun 2015 secara global dirinya memang kurang paham. “Namun yang dipersoalkan adalah bantuan senilai Rp 500

juta yang di Bangka Barat, namun untuk total anggaran sekitar Rp 20 miliar lebih,” tukasnya.

Ditanya kembali, apakah PT Timah teledor dalam menggunakan dana CRS, Abdillah menyangkal tudingan tersebut.

“Saya bilang itu mungkin pihak penerima yang menyalahgunakan. Kalau PT Timah itu prosedurnya orang mengajukan proposal, lalu verifikasi dan dievaluasi layak atau tidak. Ada persetujuan dari Camat dan tidak sembarangan,” jelas Abdillah. Disinggung apakah dana CSR tersebut ada ormas atau OKP yang menerima, Abdillah mengaku belum mengetahui hal tersebut. “Saya baru menangani kasus ini, secara prinsip prosesnya itu harus melalui prosedur. Terlepas siapapun yang mau menerima bantuan atau CSR kembali diverifikasi layak atau tidaknya saya kira tidak ada masalah,” katanya.

Terkait panggilan pertama dimana kedua kliennya tidak datang, Abdillah mengaku ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.

“Kami kooperatif bukan mangkir. Kemarin itu ada kegiatan yang tidak bisa ditinggal di PT Timah. Kemudian akhirnya kita baru ditunjuk makanya kita baru melakukan verifikasi kepihak kejaksaan, bahwasanya kita sebagai kuasa hukumnya baru ditunjuk dan ini adalah panggilan kedua,” pungkasnya.

Terpisah, ketua bidang pelaporan dan klarifiksasi, Gerakan Bersatu Rakyat Anti Korupsi (Gebrak) Bangka Belitung (Babel), Martambos Haris Sihombing mengapresiasi dan mendukung langkah penindakan yang dilakukan pimpinan Kejati Babel dalam mengusut perkara dugaan penyelewengan dana CRS milik PT Timah TBK. Martambos katakan, Kejati Babel harus mengusut tuntas siapa-siapa penerima dana CSR tersebut yang diduga tidak tepat sasaran.

”Kita mendukung Kejati Babel mengusut tuntas perkara ini, mungkin ini bisa pintu masuk buat kejaksaan untuk membuka misteri korupsi yg patut diduga terjadi di perusahaan pelat merah ini,” ujar Martambos. Dia berharap, Kejati Babel tidak hanya mengusut dana CSR saja namun hendaknya juga mengusut dana reklamasi yang patut diduga dalam pelaksaannya terkesan berjalan ditempat.

”Kami berharap bukan hanya dana CSR yang diusut akan tetapi dana reklamasi harus juga disidik karena patut diduga pelaksanaan reklamasi PT Timah sampai sekarang ini masih berjalan di tempat,” harapnya.

(Romli Muktar)