Calon Perseorangan Pilkada Garut Diterpa Isu Dukungan Palsu

Pemilihan Bupati Garut selain diikuti oleh pasangan calon dari partai, juga diminati oleh dua pasangan calon perseorangan, yakni Dedi Supriadi-Moh. Ali dan Soni Sondana-Usep Nurdin. Namun  keikutsertaan mereka diwarnai isu adanya dukungan palsu dari warga, yakni dengan mengumpulkan salinan  KTP .bukan dari pemilik langsung.

Karena itu Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Garut, Jawa Barat akan segera menelusuri dukungan palsu bakal calon dupati dan wakil bupati dari jalur perseorangan dengan cara mendatangi langsung warga yang tercatat telah memberikan dukungan berupa salinan KTP Elektronik.

“Akan dilakukan verifikasi faktual atau dengan terjun ke lapangan untuk membuktikan kebenaran dukungan sesuai KTP yang terlampir,” kata Ketua KPU Garut, Hilwan Fanaqi kepada wartawan di Garut, Selasa.

Ia menuturkan, KPU Garut saat ini sedang memeriksa kebenaran data kependudukan KTP dukungan bakal calon perseorangan oleh masing-masing petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Seluruh berkas dukungan berupa KTP itu, kata dia, diperiksa satu per satu oleh PPK di masing-masing kecamatan sebelum nanti dilakukan verifikasi faktual. “Kamis saat ini masih melakukan proses verifikasi terhadap berkas dukungan dari dua calon perseorangan Dedi Supriadi-Moh. Ali dan Soni Sondana-Usep Nurdin,” katanya  pada wartawan di Garut, Selasa, 28/11/201.

Namun Hilman mengaku belum mendapatkan laporan secara resmi. “Secara pribadi saya belum mendapatkan laporan adanya foto copy KTP elektronik warga yang merasa tidak mendukung pasangan calon perseorangan tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, bentuk dukungan palsu maupun benar dapat diketahui melalui proses verifikasi dengan cara mendatangi langsung warga yang terlampir dalam KTP dukungan calon perseorangan.

Seluruh PPK di 42 kecamatan, kata dia, akan datang ke setiap rumah warga tersebut, kemudian menanyakan langsung benar atau tidaknya mendukung calon perseorangan.

“Kalau warga menyatakan tidak mendukung lalu jumlahnya berkurang tidak sesuai dengan persyaratan, maka akan gugur untuk mendaftar ke KPU,” kata Hilwan.