Akhirnya Setya Novanto Memakai Rompi Tahanan Ke Bui

.

Setelah melakukan berbagai akrobat untuk berkelit dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setya Novanto (Setnov) Ahad (19/11) tengah malam resmi menjadi penghuni di rutan KPK. Ia tiba di gedung lembaga antirasuah itu pada pukul 23.39 WIB dengan iring-iringan pengawalan ketat dari Sabhara.

Turun dari mobil yang mengangkutnya, Ketua DPR RI ini langsung duduk di kursi roda. Wartawan yang sejak lama sudah menunggu di lobi KPK langsung memanggil-manggil Setnov ketika ia turun dari mobil. “Papa.. Papa… Lihat sini Pa…,” demikian teriakan-teriakan dari arah kerumunan awak media. Setnov yang dipanggil ‘papa’ tidak bereaksi dan hanya bungkam sembari menunjukkan wajah datar.

Tersangka korupsi KTP-el tersebut telah dipindahkan dari RSCM ke rutan KPK di Kuningan, Jakarta Selatan. Sedianya ia akan ditahan hingga 6 Desember 2017 mendatang setelah KPK melakukan pembantaran penahanan. Sebelum dibantarkan, Setnov telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi.

Pembantaran penahanan merupakan penundaan penahanan sementara terhadap tersangka karena alasan kesehatan. Pembantaran penahanan dapat diberikan karena tersangka menjalani rawat jalan atau rawat inap yang diperkuat dengan keterangan dokter. Pembantaran penahanan berakhir apabila menurut keterangan ahli atau dokter tersangka sudah sembuh.

Dengan wajah kusut Setya Novanto pun pasrah “Dan saya tadi juga tidak menyangka bahwa malam ini saya pikir masih diberi kesempatan untuk `recovery`,” kata Setnov seusai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di gedung KPK, Jakarta pada Senin 20/11/2017 dini hari.

Setnov pun tidak lagi menggunakan kursi roda saat seperti ia tiba di gedung KPK. Ia tampak berjalan dari lokasi pemeriksaan di lantai 2 meski tampak lemah dan masih mengenakan rompi oranye tahanan KPK.

“Ya saya sudah menerima tadi dalam kondisi saya yang masih sakit, masih vertigo karena tabrakan, tapi ya saya mematuhi hukum,” tambah Setnov.

Meski menerima penahanan, ia mengaku tetap melakukan perlawanan terhadap proses hukum yang dilakukan KPK terhadap dirinya.

“Saya sudah melakukan langkah-langkah dari mulai melakukan SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) di Kepolisian dan mengajukan surat kepada perlindungan hukum kepada Presiden, maupun kepada Kapolri, Kejaksaan Agung dan saya sudah pernah praperadilan,” ungkap Setnov.

Sebelumnya, Dirut RSCM dr Czeresna Heriawan Soejono mengatakan Setnov tidak perlu lagi dirawat inap setlah melakukan observasi pada 18-19 November 2017.

“Setelah dilakukan penilaian selama dua hari, kami tim dokter menilai Setya Novanto sudah tidak perlu lagi rawat inap,” katan Soejono.

Setya Novanto ditahan selama 20 hari terhitung 17 November sampai 6 Desember di Rutan Negara Kelas 1 Jakarta Timur Cabang KPK.