Ade Komaruddin Diperiksa KPK Terakait Tersangka Setya Novanto

Mantan Ketua DPR yang juga politisi Partai Golkar Ade Komarudin (Akom) diperiksa sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tersangka Ketua Umum Setya Novanto dalam penyidikan perkara korupsi dalam pengadaan KTP-elektronik.

Akom tiba di gedung KPK, Jakarta, Rabu sekitar pukul 10.45 WIB. “Saya hanya penuhi panggilan KPK,” katanya, Rabu 22/11/2017

Usai pemeriksaan, Akom menyampaikan beberapa informasi. “Tadi saya diminta untuk memberikan sebagai saksi Pak Novanto dan Pak Anang. Sudah saya jelaskan hal yang sama jadi tidak lama. Keterangan tidak ada yang berubah, sama seperti dulu, tidak ada yang baru,” kata Akom seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Rabu.

Ade Komarudin mengaku diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Setya Novanto dan Anang Sugiana Sudihardjo.

Ketika dikonfirmasi, apa saja yang ditanyakan penyidik dalam pemeriksaannya kali ini, Akom juga menyatakan tidak ada yang berubah sama seperti saat dirinya memberikan keterangan untuk tersangka KTP-e lainnya. “Copy paste. Tidak ada yang berubah sama sekali, makanya cepat. Samalah seperti yang dulu,” katanya.

Ia juga pernah diperiksa sebagai saksi dalam perkara KTP-e antara lain untuk Irman dan Sugiharto serta Andi Narogong. Ketiganya saat ini sudah menjadi terdakwa perkara KTP-e.

Ia juga sempat menjadi saksi untuk tersangka Setya Novanto pada 3 Agustus 2017. Saat itu, KPK menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka KTP-e pada 17 Juli 2017, namun Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui Hakim Tunggal Cepi Iskandar pada 29 September 2017 mengabulkan gugatan praperadilan Setya Novanto.

Akom juga menyatakan bahwa dirinya siap membantu pemberantasan korupsi oleh KPK. “Saya harus siap membantu pemberantasan korupsi oleh KPK dan saya tentu “concern” untuk membantunya,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam putusan majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan terdakwa Irman dan Sugiharto juga disebutkan Ade Komarudin menerima 100 ribu dolar AS aliran dana proyek KTP-e.