Wakajati DKI Jakarta, Febry Adiansyah: “Saya Perintahkan Jaksa di Kejati Bersidang”

Ketidakhadiran para jaksa yang akan melakukan requisitor atau tuntutan terhadap para terdakwa di pengadilan setempat membuat proses peradilan terganggu. Tak jarang keluarga terdakwa murka terhadap perangai para jaksa. Sebab dalam persidangan seorang jaksa harus menyidangkan beberapa perkara.

Untuk itu, agar berjalan dengan tertib persidangan di lima wilayah Kejaksaan Negeri sudah seharusnya jaksa dari Kejati DKI Jakarta turun sidang.

“Kami jaksa wilayah hanya menyidangkan perkara jaksa dari Kejati DKI Jakarta. Kadang berkas baru diterima dari jaksa Kejatinya pada hari penetapan sidang. Jadi kalau giliran pemeriksaan saksi kami jaksa wilayah gelagapan. Mau bilang apa, disitu mau sidang baru berkas perkara diserahkan ke Kejari,” kata para jaksa itu.

Para jaksa wilayah juga mengeluhkan ada beberapa jaksa yang tidak mau sidang dengan alasan sidang di Pengadilan Negeri ditempat lain. Padahal, sudah ada nama tertera di berkas pada saat SPDP diterima jaksa wilayah.

Terkadang para hakim di pengadilan juga mempertanyakan kepada jaksa, dimana mereka dari Kejati yang ada di dalam surat dakwaan. “Kan benar namanya ada disurat dakwaan dan bukti di tandatangani. Namun, tidak pernah ketemu dengan majelis hakim,” tutur para jaksa itu.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Febry Adiansyah sudah harus membuat aturan tegas, bagi mereka tidak mau turun sidang jangan diberi perkara. “Coba jaksa Ali Mukartono yang sudah menjabat di Kejaksaan Agung masih juga turun lapangan untuk menjadi Jaksa Penuntut Umum di kasus perkara Jessica. Jadi tidak ada alasan sibuk. Disamping itu, Waka yang baru juga diharapkan agar membuat per pengadilan negeri. Untuk lima wilayah harus dibagi dan terapkan siapa saja yang di PN Jakarta Utara, Pusat, Barat, Timur dan Selatan. Jadi dengan adanya pembagian jaksa di lima wilayah, maka Asisten maupun Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mudah mengawasi,” terang sang jaksa dari wilayah Kejaksaan Negeri Jakarta Utara dan Pusat.

Sementara itu Wakajati DKI Jakarta Febri Adiansyah mengaku akan melakukan pengawasan terhadap para jaksa di Kejati DKI. “Saya akan perintahkan para jaksa di Kejati DKI Jakarta agar bersidang sesuai dengan berkas perkara yang diterimanya,” ujar Wakajati DKI Jakarta Febry Adiansyah.