13 Pembangunan Infrastruktur Di Lampung Berbau Korupsi

Mencium baru korupsi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Genta Lampung Timur mengadukan 13 paket pekerjaan proyek infrastruktur jalan Dinas Pekerjaan Umum di Kabupaten Lampung Timur, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Ada 13 paket pekerjaan jalan yang kami adukan ke KPK dengan nilainya sekitar Rp59 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus tahun 2017 di Dinas PU Lampung Timur,” kata Fauzi, Ketua LSM Genta Lampung Timur, saat dihubungi dari Kabupaten Lampung Timur, Rabu, 29/11/2017.

Fauzi menjelaskan, sebanyak 13 paket pekerjaan infrastruktur jalan itu diadukan ke komisi antirasuah tersebut karena dinilai kualitasnya buruk.

“Hasil investigasi kami di lapangan banyak jalan yang dibangun tidak sesuai spesifikasi, contohnya dari ketebalannya hanya sekitar satu sentimeter hingga dua sentimeter saja, padahal standarnya empat sentimeter, kemudian banyak ruas jalan yang baru dibangun sekarang sudah rusak, malah ditumbuhi rumput,” ujarnya lagi.

Kemudian, lanjutnya pula, dalam proses pengerjaannya tidak memasang papan nama proyek, sehingga masyarakat kesulitan mengawasinya. “Ini jelas menyalahi UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” katanya pula.

Menurut Fauzi, buruknya kualitas infrastruktur di Lampung Timur itu sangat merugikan masyarakat. “Masyarakatlah yang paling dirugikan dan ini tidak boleh dibiarkan,” katanya lagi.

Dia menjelaskan, pengaduan itu telah disampaikan pihaknya kepada KPK melalui Bagian Layanan Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK, Selasa (28/11).

“Laporan pengaduan beserta bukti-bukti berupa foto jalan yang rusak sudah kami sampaikan, dan KPK menyambut baik pengaduan kami, sesuai ketentuan 30 hari ke depan akan diinformasikan tindaklanjutnya,” katanya lagi.