Terungkapnya Pembunuh Janda Cantik

 

Akhir bulan Agustus lalu,  janda cantik pedagang warung kopi bernama Omah ditemukan tewas oleh Ade Supriatna (23) dan ketua RT setempat. Keduanya menemukan janda cantik itu tewas dalam keadaan telungkup. Selain ditemukan tanpa busana, jenazah perempuan itu bersimbah darah di bagian kepala.

Kini, misteri kematian janda cantik penjual kopi di Karawang mulai terkuak. Polisi memastikan jika wanita bernama Omah berumur 43 tahun itu adalah korban pembuhuhan.

Menurut Kapolres Karawang, AKBP Ade Ary Syam Indradi mengatakan, pelaku yang diduga menghabisi  janda cantik itu bernama Saki (39). Pelaku merupakan pedagang Cilok keliling yang menggunakan sepeda.

“Pelaku ditangkap saat sedang berdagang cilok di pinggir jalan, pada hari Jum’at dua hari yang lalu,” kata Ade saat dikonfirmasi via telepon oleh wartawan. Sabtu (21/10/201)

Selain menangkap Saki, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan barang bukti milik korban.

“Kami juga menyita HP korban dari tangan pelaku,” tambah Kapolres.

Saki, lanjut Ade, tercatat sebagai warga Kampung Krajan, Kecamatan Lemahabang, sehari – hari, pedagang keliling itu menggunakan sepada berjualan cilok.

Saki, teridentifikasi sebagai orang terakhir yang mengunjungi warung Omah sebelum perempuan beranak satu itu tewas pada Kamis siang 24 Agustus 2017 lalu.

“Kedatangan pelaku ke warung korban dilihat seorang saksi,” tutup Kapolres Karawang.

Diduga korban dibunuh karena pelaku tak sanggup bayar servis esek-esek, hingga terjadi cek cok yang berujung korban dibunuh dengan cara di kampak lehernya. Sungguh sangat tragis nasib janda cantik tersebut.

Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Karawang, AKP Maradona Armin Mappaseng mengatakan, siang itu pelaku yang bernama Saki mendatangi warung kopi janda cantik bernama Omah. Di sana ia menepikan sepeda untuk beristirahat dan memesan secangkir kopi

Selain menjual kopi dan makanan ringan, rupanya Omah juga menyambi sebagai seorang “pelacur”, yang sering mengajak tamunya untuk berhubungan intim. Tak jarang ia menawari layanan seks kepada pria yang mengunjungi warungnya. Seperti saat kedatangan Saki siang itu.

“Omah menawari Saki untuk berhubungan badan dengan tarif Rp 100 ribu. Pria 39 tahun itu pun tertarik, namun pelaku menawar tarif yang diminta korban,” ujar Kasat Reskrim kepada wartawan.

Tawar menawar pun terjadi antar keduanya, namun kesepakatan tidak tercapai karena pelaku meminta tarif pelayanan berhubungan badan terlalu rendah.

“Karena menawar terlalu rendah, korban merasa tersinggung dan mencela tersangka dengan perkataan kasar,” kata Maradona.

Lantaran sakit hati, kemudian juga nafsu yang sudah memuncak pelaku pedagang cilok bernama Saki itu lalu mengambil kampak kemudian menebas kepala Omah.

“Hingga mengakibatkan korban meninggal dunia kemudian mengambil HP korban,” pungkas Maradona, Kasat Reskrim Polres Karawang, kepada wartawan.